Apr 20, 2007

Mafia di Dunia Pendidikan


Meski UN memunculkan kontroversi, termasuk sinyalemen banyaknya kecurangan, Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) menjamin pelaksanaannya bakal lebih ketat dibanding


sebelumnya. Salah satu caranya, dengan mempersiapkan tim pemantau secara lebih matang. Ketua BSNP Yunan Yusuf menegaskan, pihaknya melibatkan 4.000 hingga 5.000 tim pemantau independen (Chamad Hojin-Sindo)

Baguslah, tapi kenyataannya setelah dilaksanakan dalam 3 hari ini apa yang terjadi. Kepala sekolah A membocorkan soal demi...dedemit...Pengen punya mobil.... Siswa SMA X tertangkap razia jam 1 malam masih keluyuran dijalanan....Lalu ada berita contekan berupa kunci jaawaban ditemukan di wc sekolah.. dll. Nah tim independen yang 5.000,- itu apa bisa memantau kebocoran soal yang sistimatis dan rapih jali.

Mirisnya mendengar para siswa tsb lebih percaya kunci jawaban daripada kemampuan sendiri. Ada siswa yang menangis sesugukan sesudah ujian gara-gara gak bisa nyontek melihat kunci jawaban. Padahal anak tsb tergolong pintar dengan rata-rata 8,5. Apa sebegitu menakutkan kah ujian Nasional saat ini?. Setelah sekolah selama 12 tahun, maka nasib mereka ditentukan dengan kelulusan 3 mata pelajaran :Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia dan Matematika. Yah menyakitkan memang jika tidak lulus ujian gara-gara nilai rata-rata 3 mat pel ini kurang dari standar yang ditentukan.

Kontroversi UN ini membuahkan hasil kreatifitas berupa sindikat mafia pendidikan. Bagaimana rapi dan terorganisirnya jaringan pembobolan soal ini. Lalu generasi curang inilah yang akan memimpin Indonesia kelak ? atau generasi pembunuh berdarah dingin ?

No comments: