Mar 7, 2007

Lagi enak-enak ngobrol bertiga teman seruangan, tiba-tiba berayun pelan dan makin kencang...spontan aku teriak gempa dan lari!.. Menyusuri koridor menuju tangga rasanya jauuh sekali... Padahal gak terasa bergoyang lagi. Karena lari.. Teman-teman mengikuti dibelakang ku ikut berlari. Sampai dihalaman nafas agak ngos-ngos sebagian teman masih mengucap. Baru aku sadar saat berlari tadi sama sekali aku tidak ingat Allah.. Astagfirullah. Aku cuma mengingat bagaimana Faiz dan neneknya lari juga gak...

Langsung telepon ke rumah tidak diangkat (nenek & Faiz ternyata sedang dihalaman) Menurut cerita nenek, Faiz lagi tidur bunyi lemari berderak seperti mau patah. Kasian juga si nenek harus menggendong Faiz ke luar. Nelpon juga ke Bukittinggi engga diangkat juga, ke HP tidak masuk. Sampai 10 menit semua eror. Baru jam 13:30 Bukittinggi bisa dihubungi, setelah gempa ke 2. Waktu gempa 1 Inyik sedang cek up di Rumah Sakit, Oma sedang wirid di Mesjid Jambek. keduanya sedang dimesjid, semua jamaah berhamburan keluar karena tiang mesjid retak, keramik yang melapisi terlepas dan salah satu jemaah terluka karena pecahannya.

Menurut Oma, gempa yg dirasakan sangat kuat (seingat beliau belum pernah merasakan spt ini) Walaupun Kota Bukittinggi termasuk sering gempa, sekali ini efeknya lebih terasa. 2 buah Pasar terbakar, beberapa bangunan retak. Ngarai Sianok ada yang runtuh.

Aku jadi ingat waktu SD pernah juga gempa yang agak besar mengakibatkan tebing ngarai dekat rumah penduduk runtuh. Rumah diatasnya tinggal separo, karena sebagian lagi ikut merosot . Kok masih mau juga tinggal di pinggir jurang. Pernah juga waktu SMA kira 2 tahun 87 saat kami sedang belajar. Aku yang duduk paling belakang persis jendela kaca dilantai 3. Sisi ini berupa dinding kaca. Ruangan gemuruh dan kaca spt mau pecah. Aku langsung berdiri mau lari ke pintu disisi kanan terhalang meja-meja.. sambil nyambar tas dan sebuah buku aku langsung loncati meja-meja yang pasti sudah ditinggal penghuninya juga yg sudah duluan kabur...

Ditangga kami terjebak ramainya siswa yg mau turun, ada yang terjepit, jatuh sampai 2 gigi depan Devi temanku copot. Sampai di halaman gempa usai ada yg menangis, komat kamit berdoa dan tertawa. Yang pasti waktu itu aku yang paling ditertawakan karena banyak anak cowok yang liat aku meloncat-loncat dari meja ke meja...pakai rok lagi

Pengen ke Bukittinggi nih tapi takut terjebak dijalan berbukit yg sempit dia Bukit Barisan.

3 comments:

mozzas said...

Ewi, semoga Allah selalu melindungi!

Kabar yang terdengar disini, gempanya terasa sampai Malaysia.. kuat sekali.

Ina said...

yang penting ka selamat ya Wi, biar[un dengan spontn pake loncat di meja..he he

liza said...

uni ewi, smoga kita & kluarga slalu selamet yah amiinnn... iya daku baca brita & liat foto2 nya... jadi sedih. Smoga yang tertimpa musibah diberi kekuatan amiiinn...