Jul 19, 2008

Ke Sekolah

Tahun ajaran baru dimulai, cost jadi bengkak ya liburan,baju sekolah,peralatan sekolah..belum lagi pajak-pajak kendaraan berebutan juga di bulan July.Dari huru hara tahun ajaran baru ada 2 hal yang terlupakan. Ultah ku tgl 21 Juni dan juga ultah hubby tgl 12 Juli….(ihiks…bisa lupa ya…) .Begitulah jadi ortu prioritas utama adalah anak.

Faiz mulai bersekolah. Paginya uhui .....susah dibangunkan. Biasanya bangun sendiri kok, malah dia sering membangunkan kami untuk shalat subuh. Biasanya acara mandi selalu suka cita kali ini bawaannya marah mulu. Shampo A salah, sabun B salah. Dipakein baju ga mau, yang baru.....salah.maunya baju kaos Naruto atau Avatar yang biasa dibawa main. Setelah dibujuk akan diajak ke kantor ooooo baru mau. Syarat yang diajukan lain adalah papi harus ikut menemani.

Bertiga kami meluncur ke sekolah. Ada kotak kue bergambar yang sudah diisi biscuit kesukaan Faiz ,termos minum bergambar Avatar. Tas sekolah hmmm maunya tas abang lama….olala Sampai disekolah kok sepi? Ada 3 mobil yang parker. Ada ibu dan anak baru yang juga kebingungan setelah membaca pengumuman hari pertama masuk diundur spi minggu depan karena pengecatan kelas belum selesai. Satu persatu orang tua dan anak dating dan pergi. Terbayang stress pagi tadi akan dimulai minggu depan.. Yah semoga saja minggu depan tidak heboh lagi. Menurut teman yang psikolog sepertinya Faiz sudah mulai matang untuk sekolah…hanya perlu pembiasaan saja karena Faiz sering dikurung saja dirumah , hanya bisa berinteraksi jam 5 sore . Itu pun hanya dibocengin kakak…..atau main bersama kakak. Kalau main sama anak tetangga …..huh anak tetangga ga berani deket Faiz…atuuuuut

Hari pertama di SD kami orang tua juga berkumpul mendengar program sekolah . Fira sudah kelas 6. Beberapa hal yang disampaikan menyangkut matpel untuk Ujian Nasional.Beberapa peraturan menyangkut disiplin sekolah. Tidak boleh izin karena sudah kelas 6 kecuali hal yg mendesak .Tidak boleh bawa Hand Phone bercamera dan memory/ekst memory,game dll.Bagi anak perempuan tidak diperkenankan memakai seragam kecil/sempit/ngepas badan. Karena di kelas 5 dan 6 anak sekarang banyk yg badannya sudah berbentuk….tidak boleh berg eng (Naro apalagi).

Banyak ortu yang mangut-mangut entah setuju atau ngantuk. Tapi biasanya apa yang disampaikan pihak sekolah tsb sering juga dilanggar. Nanti kalau anaknya ditegur atau diberi peringatan kan sianaknya juga yang rugi.

Di SMP/MTs Fikri tidak ada info baru karena kami sudah berkumpul untuk program sekolah sebelum anak ujian. Hari pertama mereka langsung belajar. Program fulldayschool sudah dimulai dengan 5 hari belajar. Karena pada kurikulum KTSP membuat jam dan jenis matpel ada yang dipangkas.

Ahhhkhhhh lega…. Berarti rencana ku untuk sekolah lagi dpt terlaksana

Curhat Sore

Ada tetangga kami yang baru, pada awal mereka masih merenovasi rumah yang baru dibelinya si suami sangat ramah. Sewaktu aku nyuapin Faiz ke dekat rumahnya siayah muda ini dengan ramah menyapa. Dan jika papas an akan tersenyum ramah. Tapi semenjak keluarganya : istri dan 2 anak balita pindah keadaan jadi b erubah. Jangankan senyum noleh saja tidak. Dengan istrinya aku pengen senyum dan menyapa…eh aku malah gak ditoleh…seolah-olah aku tidak ada disekitarnya. Ku piker aku yang sensi….tapi beberapa event spt lagi kongkow bbrp ibu-ibu……dia akan say hello dengan ibu-ibu lain…aku tidak. Waktu pernikahan anak tante diujung jalan….dia berjabatan dengan ibu mertua ku…hamper giliran ku dia pura-pura betulin jilbab terus pergi……Suatu hari kami sama – sama sarapan lontong di dekat Rumah Sakit, dia dengan temannya juga lagi makan …dan terus makan tanpa melihat padaku. Terus hari lain aku dan salah satu teman sekantor sedang makan lontong lagi di tempat yangsama dia suami istri dating…lalu duduk. Ketika pesanannya dating dia mengambil bakwan dimejaku artinya di depan hidungku…tanpa permisi…..Astagfirullah….keterlaluan… Apa anak ini tidak pernah diajar tata karma oleh ayah ibunya dulu…. tangannya menjulur melewati hidungku tanpa kata permisi…….
Sayang sekali sikapnya tidak sesuai dengan busana muslimah rapi yang dikenakannya.

Entah mengapa aku sering disikapi spt itu oleh :tetangga. dan mereka dari keluarga-keluarga Perusahaan Multinasional -CPI. Pernah dulu aku beli daging 0,25 kg di warung….ada ibu2 yg mau beli juga 1 kg… kan kurang stlh aku beli 0,25 kg…..tanggapannya..”yah ga papa deh kurang, kasian ibu itu sanggupnya beli 0,25” 10 tahun kemudian suaminya VRP /Pensiun Permintaan sendiri. Mereka buka usaha terus
Sekarang bangkrut! Rumah terjual sudah…dan entah dimana berada kini.Ada lagi suami istri pensiunan CPI juga sudh berumur..kalau melihat kami sepertinya kami adalah najis. Rumah kami berpunggungan. Saking kami tidak dianggap, pada pesta pernikahan salah satu anaknya kami tidak diundang.Sementara sampah dan kendaraan tamunya ada dihalaman kami….hebatnya orang ini. Waktu berputar sepertinya kesusahan-kesusahan mulai menghampiri kel ini. Diawali oleh calon menantunya yang terbakar krn peledakan bom Marriot, bangkrutnya anaknya yang lain dan sekarang bapak itu sakit-sakitan . Denger-denger rumahnya pun mau dijual tapi belum juga laku.

Untuk apa bersikap sombong, apa yang dimiliki sekarang tak kan ada selamanya . Mau kerjaan kuli,perusahaan asing, tinggal dirumah petak , gedung…..tak perlu dikotak-kotak.

Jul 16, 2008

Back to eighties



Akhirnya aku berhasil log in di milis IASMA1 Bukittinggi. Berawal dari teman yang masih mangkal di Bukittinggi dan paling rajin up data no Telp/HP teman-teman mulai dari teman TK, SD,SMP SMA. Dari dia yang bernama Merino Geni lah hamper semua teman saling bertukar kabar. Aku bisa nemuin Hesti teman sebelahan di kelas 3 . Ada lagi Elia Nova teman se SMP tidak satu SMA bahkan teman TK….tidak sama di SD dan SMP tapi ktemu lagi di SMA dan Perguruan tinggi tapi tidak satu jurusan. So happy. Bahkan ada teman cowok sejak TK – SMA sama tapi kami tidak pernah saling menyapa apalagi ngobrol berteman , aku punya nomernya, sudah aku pancing di milis tapi dia tetap seperti yang dulu tidak ingin bersahabat dengan ku (lucu ya)

Di milis tentunya aku daftar pakai nama lengkap sesuai Ijazah & akte kelahiran, tapi ternyata banyak yang ga ngenalin aku. Oh so sad. Apakah aku si itik kurus buruk rupa sehingga mereka sampai menanyakan aku dari kelas mana?.........tapi gak masalah si ugly duck sudah menjadi …Mak lampir….! Eh bukan…..kupu-kupu malam eh ????bukan….!!!! gitu deh kinclong..

20 tahun silam kami bertangisan di halaman gedung setelah acara perpisahan. Sedih skali …5 tahun setelah banyak yang selesai kuliah pada sibuk cari kerja dan berumah tangga. 10 tahun berikut merintis karir dan kerinduan itu mulai membara. Sekarang setelah digagas beberapa teman yang juga sama-sama rindu ingin bertemu , bara sudah menyala.. Tahun depan kita akan memperingati 50 tahun IASMA 1 , target berkumpulnya angkatan 88 .

Ada teman ku yang namanya Pajok. Nama aslinya Jony Asra orangnya gokil, biang heboh… senang memprovokasi… tapi sering dirindukan.
Aku pernah dating terlambat , waktu itu beberapa teman cowok sekelas (diantaranya Pajok) juga pada terlambat. Mereka nyamperin ngajak cabut. Nah lo! Aku Ok aja prasaan keren banget berani minggat pada jam pelajaran. Macho maaaaan. Bak perawan disarang pejantan aku berendengan menuju pasar. Kalo inget itu sekarang rasanya maluuuu banget. Bukannya aku merasa jadi cewek direbutin cowok, tapi aku merasa bagian dari kaum mereka. Waktu itu emang masih krisis identitas. Rasanya lebih hebat jadi cowok ketimbang jadi cewek.

Liat Fiska dan Mira pacaran rasanya eneg banget deh. Tiap ketemu kerjanya cuma saling memandang, senyum-senyum, ih kurang kerjaan. Belum lagi kelas kami dilanda asmara. Rini pacaran dengan Yose, Dewi dengan anak kelas lain. Urgggh ngapain sih buang – buang waktu. Aku dan teman cewek/cowok yang sama-sama nggak laku, jadi ngusilin orang. Ada anak kelas lain lewat disorakin ah gokil.

Oh iya yang paling pinter di kelas namanya Adriani. Aku masih ingat jika jam pelajaran Fisika. Guru kami ibu Gadis Ranti, pembawaannya selalu lemes. Nah kalau ada soal yang harus diselesaikan jika Adriani belum mengeluarkan jawaban, ibu it uterus menggeleng jika jawabannya dari mulut anak lain terutama Pajok. Doi bakal uring-uringan dicuekin ibu guru. Adriani jawabannya selalu betul walaupun Pajok salah membulatkan tetap aja salah dan dia makain meradang gak terima.

Ngeliat foto – fo to temen-temen di milis, aku pangling . hanya beberapa teman yg termasuk akrab yg masih aku kenali. Foto reuni tahun 2005 ada mira-Fiska,linda, Minda itu aku masih kenalidari gaya. Sementara yg cowok waduh susah ya buat ngenalinnya habis dah pada gemuk dan keren.

Jul 14, 2008

Tercebur di Got


Menyesal sekali karena ingin bebas sejenak, akibatnya Faiz kecebur got dibelakang rumah. Rasa sesal ini menyesakkan sekali. Bagaimana tidak, melihat tubuh Faiz yang sewaktu sehat saja beratnya dibawah normal. Apalagi mencret begini , aduh mirisnya tulang melihat tulang iga nya berbaris, kaki mengecil, pantat semakin tepos. Apalagi matanya yang besar semakin mendukukng penampilannya mewakili wjah kurang gizi. Maaf ya Nak! Mami bukannya tidak bertanggung jawab, tapi lalai menjaga mu.

Sore itu aku ingin menuntaskan membaca novelTaj Mahal, Faiz merengek minta main keluar rumah. Setelah mandi dan berpakaian rapid an wangi, Faiz aku ijinkan keluar rumah, dalam hati akan disusul 5 menit lagi karena bacaan tanggung. Belum sampai 5 menit Faiz berlari masuk rumah dengan kepala sampai kaki berlumur Lumpur yang bau. Lanngsung digendong abang Fikri dan dimandikan. Aku juga panic memeriksa lubang hidung, telinga dan mulut, semua kemasukan air hitam kotor dan bau. Audzubillah….pasti air got terminum. Aku coba sikat lidah dan langit-langit mulut Faiz dengan harapan Faiz memuntahkan air kotor tsb. Tapi sambila menangis, Faiz meronta tidak mau mulutnya disikat.

Selesai membersihkan lubang hidung dan telinga dari kotoran. Faiz dihangatkan dengan handu dan diberi susu. Tangisnya reda tinggal iskk sepertinya penuh penyesalan. Tapi tidak lama satu jam berikut kami yang masih mengasihaninya yang kecebur got dan membayangkan jika tidak ada yang melihat Faiz masuk parit,,,,, ih pasti inalillah… kami sudah dipukuli satu persatu. Aku bawa ke Balai Pengobatan yang dekat rumah. Diberi obat cacing dan vitamin.

Esok sorenya berarti 24 jam setelah kejadian, Faiz muntah-muntah… malamnya berhenti tapi suhu t ubuhnya naik. Sampai 12 jam berikut. Panasnya reda, terus mencret. Dibawa lagi ke dokter diberi obat dan wejangan. 3 hari minum obat mencret mulai reda, tapi pada hari ke 4 mencretnya kambuh lagi. Lebih sering dan tinja kembali cair. Gak bisa lama kami langsung bawa ke Rumah Sakit, jika harus menginap kami siap. Seperti biasa setiap ke dokter anak aku selalu dimarahi dokter karena bb Faiz selal dibawah normal. Kalau saja di Pekanbaru ada bantuan social seperti pengalaman Amelia Naim ketika tinggal di Amerika. Syukurlah Faiz tidak perlu menginap di RS

Setiap acara makan sering berakhir dengan paksaan dan pemberontakan. KAdang daripada selalu heboh aku biarkan Faiz hanya makan biscuit Roma kesukaiannya . Minum uthe dari pada susu. Untuk minum obat dari kunjungan dokter yang ke 3 kalinya, ternyata susah. Faiz sudah trauma karena tiap bab nya meluncur, mulutnya dijejali obat. Obat lagi-obat lagi. BArulah pada obat yang ke 3 ini menunjukkan hasil. Hari berikut Faiz tidak mencret lagi dan minta makan. Wah permintaan yang jarang sekali. Bibirnya sudah memerah lagi., Sejak bangun tidur subuh sampai makan siang, tidak berhenti makan. Dan bernyanyi riang. Lagu Tanah airku, Lancang kuning sampai Ayat – ayat cinta. Tentu saja dengan gubahan syair dan aransement ciptaann Faiz sendiri.

Jul 9, 2008

Refreshing Nyok..


Serba dadakan. Antara ya & tidak akhirnya jadi juga berangkat ke Sumatera Barat. Jam 6 kami Start dari rumah setelah sarapan pagi lebih awal dari biasanya. Kita tidak terburu –buru karena rencananya mau nginap dulu di Harau Payakumbuh.
Dijalan selepas PLTA Koto Panjang ada yang tidak beres dengan Ban belakang. Terpaksa si Hubby montir dulu bongkar ban dan periksa, ternyata pengingat as nya longgar. Masalah baru kelar setelah diberesin di sebuah bengkel di Pangkalan. Setelah itu perjalanan mulai terasa nyaman.


Memasuki daerah Harau , kami sudah disambut bukit-bukit disekeliling. Home stay nya juga asyik banget, dingin dan suasanya dipedesaan. Dengan rumah kayu beratap ijuk, ruangan yang bersih standar bintang 1. 1 rumah ada yang 2 kamar. Masing-masing kamar 3 bed. 1 Bed king size dibawah, double bed diatas persis dekat plafon. Kalau datang rombongan bisa muat 10 orang deh untuk 1 kamar. Kamar mandinya dengan shower, ada yang terbuka atapnya dan tertutup. Kalau yg terbuka hiiiih dingiiin sekali. Yang terbuka biasanya vaforit orang asing (Bule), kami pilih yang tertutup aja.
Menu makannya aduh siip , samba lado, rebus daun ubi, gulai ikan. Halamannya bisa digunakan untuk outbound dan BBQ. Disalah satu cerukan dinding bukit ini kita bisa teriak-teriak maka akan terdengar gema atau echo, makanya homestay nya bernama ECHO. Teman ku yang rekomendasikan tempat ini mengatakan nama pengurus homestay ini Pak Eko, yg ternyata salah kaprah Home stay inilah yang bernama ECHO.Dibagian depan terhampar sawah dengan pematangnya yang berkelok-kelok. Berjalan ke arah kanan sejauh 1 kg kita akan sampai di air terjun sarasah bunta. Air gemericik turun disela batuan. Anak –anak balita bisa main air disini karena airnya dangkal. Tapi brrr dingiin.

Jika menuju kiri dari homestay kita akan sampai ke air terjun utama. Juga bisa naik ke pinggang bukit melewati tangga. Oh cuappek deh........Disini banyak pakis monyet loh..Tapi kami lebih senang yang di sarasah bunta.

Esok paginya perjalanan dilanjutkan ke Danau Singkarak. Memuaskan selera dengan pangek sumpu dan goreng ikan bilih. Anak-anak gak berani ke air karena tempat kami istirahat air danaunya lumayan dalam. Setelah istirahat sejenak kami melanjutkan ke Solok ke tempat pemandian air panas...sayang airnya butek dan digunakan sebagai tempat cuci umum oleh penduduk setempat, sehingga airnya kotor akibat penggumpalan busa sabun. Anak-anak tidak berminat disisni. Airnya juga tergolong panas. Untuk masuk ke air kita harus adaptasi dulu. Aku maksain diri juga berendam. Keluar dari air bukannya segar malah sakit kepala. Jangan-jangan kalau lebih lama lagi berendam pembuluh darah ku bisa pecah nih. Katanya disini tempat terapi orang yang kolesterol tinggi. Tapi efeknya pada diriku kok enggak enak, bawaannya ngantuk dan lemes.

Kita lanjut ke lubuk Silasih. Pemandangan kiri kanan yang indah karena kami sedang merayap di kaki Gunung Talang. Sakit kepalaku langsung lenyap. Udara sejuk dan matahari bersinar cerah. Anak-anak juga senang, bernyanyi tiada henti.Kami berhenti untuk membeli buah-buahan yang menggoda sepanjang jalan. Ada markisa, terong belanda, pisang, labu dan alpukat. Langsung sikat bleh. Ada seremnya juga sih karena banyak truk gede melewati jalan ini , mengangkut bartu bara atu semen.
Memasuki daerha ketinggian Hutan Raya Bung Hatta yang semakin rimbun. Kawasan hutan lindung ini masih terjaga hutannya. Dan ingatan ku melayang ke 20 tahun silam saat kami study tour dimasa SMA. Itulah saat terakhir aku menginjakkan kaki lagi disana. Sambil-mengingat dimana saja kami santai dahulu. Sayang lokasinya jauh berubah, anak-anak tidak suka berlama-lama disana. Takut macan kata mereka.Di Panorama Sitinjau Lauik yang artinya Melaihat Laut dari ketinggian, sudah dipenuhi orang. Kami tidak bisa masuk makanya kami teruskan perjalanan untuk berenang di Lubuk Paraku. Di pinggir jalan ada sebuah Truk Puso tergelincir masuk jurang. Macet sedikit karena ada pekerja yang mengevakuasi truk ini.

Lubuk Paraku masih seperti yang dulu. Dikelola secara tradisional oleh masyarakat setempat. Kekecewaan di pemandian air panas terobati sudah karena anak-anak bisa berenang di Lbk.Paraku. Air mengalir dan bebatuan besar-besar. Ada juga bagian yang dalamnya sekitar 2 m. Yang berenang hanya Hubby dan anak-anak. Aku jelas gak bisa karena tempatnya terbuka, cuma kebagian jadi cameraman dan photografer. Faiz menjerit-jerit karena dingin dan gembira. Bergelantung di pundak hubby persis anak tupai. Fira juga gak berani ketempat yang lebih dalam karena arus agak deras. Kami menyusuri sungai lebih ke hulu dan menanjak. Tak bisa terlalu jauh karena penuh semak dan juga disana dipasangi papan pengumuman ”dilarang melewati batas palang dan berbuat maksiat (berzina)”. Sebuah papan peringatan yang tegas.

Jam 4 kami memasuki kawasan Pabrik Semen Indarung Padang untuk Shalat (jamak 2 waktu Shalat) . Tujuan berikut adalah menunggu Sun Set di pantai Padang. Tapi dipinggir jalan kawasan Ganting (RS Tentara Ganting Padang) kami berleha-leha menyantap Durian dan Ketan merah yang lezat serta pulllen. Duriannya berasal dari Bungus dan masih tergolong mahal, karena musim durian baru tiba. Terburu-buru mengejar matahari terbenam dipantai. Sesampai di Pantai pas saat-saat matahari tenggelam. Sambil duduk di batu-batu pencegah abrasi kami makan jagung bakar dan udang goreng. Heran masih muat juga diperut ya setelah menggasak durian.

Perjalanan malam menuju Bukittinggi, diiringi kegelapan sepanjang jalan. Krisis listrik di seluruh tanah air. Memasuki Lubuk Alung baru ada penerangan jalan, sampai seterusnya Sicincin . Di Resort Lembah Anai gelap lagi. Air terjun jadi tidak menarik. Mendaki Silaing menuju Padang Panjang kami terjebak macet lama dn panjang. Selepas dari kemacetan hari sudah jam 8, perut juga mulai bernyanyi. Makan malam direncanakan di RM Aia Badarun gagal karena pengunjung sangat ramai. Kami akhirnya berbelok ke Samba Lado. Disisnipun kami harus menunggu agak lama karena nasi mereka habis. Untunglah kami mengakhiri perjalanan hari ini di rumah orang tua ku di Kota Bukittinggi.

Hari berikut tidak terlalu terburu-buru kami hanya City Tour di Bukittinggi. Tujuan Kamang, karena tahun ini bertepatan dengan peringatan 100 tahun Perang kamang. Mampir dulu di kampung asal mama di Tilatang. Menyambangi kebun cokelat dan sawah yang masih hijau. Jalanan sedikit keriting. Dikiri kanan sawah membentang dan kolam-kolam ikan. Di Tarusan kebetulan masih ada air. Wah pemandangannya bagus Desa yang di pagari bukit, tampat yang strategis untuk berlindung. Sayang peringatan Perang Kamang itu di Bulan Juni. Kami hanaya melihat sisa –sisa pacu rakik. Jika aku seorang pelukis tentu aku sudah abadikan di kanfas. Aku hanya bisa merekam di camera. Jika aku penulis puisi, keindahan ini pun akan ku tuliskan di bait –bait. Balik ke kota Bukittinggi lagi mobil sudah dipenuhi beras dan sayur mayur. Di drop dulu dirumah, tapi semua pada ngantuk. Suasana alam tadi telah menina bobokan kami dalam kantuk yang hebat. Sorenya setelah segar baru deh belanja ke pasar. Fira sempat beli sovenir untuk teman-temannya. Fikri dan Faiz ogah ikut. Kami bertiga malapeh salero di Pasar Atas. Ketemu dengan teman kuliah hubby yang sekarang dagang selimut di Pasar Atas. Janjian mau kerumah temannya juga batal karena lagi-lagi listrik mati.

Saatnya balik ke Pekanbaru, pagi jam 9 kami sudah meluncur di jalan raya Bukittinggi – Payakumbuh. Berbelok ke Ngalau Sampik Paya Kumbuh. Pagi itu kami jadi pengunjung pertama disana. Jalannya menanjak dan sempit. Dikiri-kanan jurang menganga tanpa pembatas jalan. Hanya pohon-pohonlah jadi pagar jalan. Memandang ke bawah Kota Payakumbuh membentang. Begitu juga dengan pabrik-pabrik bata dikaki bukit. Dipintu gua (ngalau) aku enggan masuk. Rencananya aku Cuma nunggu saja di pintu gua. Tapi kok rugi gak ikut masu masuk. Bau urine kelelawar dan suara-suara kelelawar membuat aku merinding. Aku tidak berani mengedarkan pandangan ke sekeliling, syreeem. Faiz juga ketakutan dan tetap bergelantung di leher hubby. Dari awal masuk hingga keluar gua posisi gendongannya tidak berubah. Bagi penggemar petualangan di goa mungkin terasa indah tapi bagi ku tidak . Suasananya membuat ku sesak dan ingin segera keluar. Nama-nama batu pun gak begitu ku ingat. Uh lega rasanya begitu melihat cahaya lagi......

Selepas makan siang dan shalat Zuhur-Ashar di Lubuk Bangku kami meneruskan perjalan untuk balik ke Pekanbaru. Setelah refreshing 4 hari kerjaan sudah menunggu. Kerja! Kerja! Kerja!

Jun 25, 2008

Promosi SD Islam Terpadu At Taufiq






Gak ada hujan ga ada angin, tiba-tiba aku diangkat jadi bendahara yayasan di lingkungan rumah. Yayasan ini sudah berdiri sejak puluhan tahun silam. Terdiri dari Mda , TPA, MTs dan sebuah mesjid. Kegiatan ku yayasan ini dulu sewaktu anak-anak masih sekolah di Mda. Setelah itu gak pernah lagi, karena jarak rumah ke mesjid Taufiq ini (sama dengan nama Yayasan) ’mayan jauh jika jalan kaki, maka aku gak pernah shalat atau ikutan acara dimesjid tsb. Keluarga kami terdaftar di mesjid yang lebih dekat rumah yaitu mesjid Baitul Muktamar, tapi untuk iuran kematian ke mesjid Taufiq. Jika ada maulidan, qurban dsb aku berpartisipasi dengan mesjid Muktamar. Tapi bisa dibilang jarang. Shalat dimesjid paling kalau tarawih di bulan Ramadhan. Tapi tiba-tiba saja ada undangan rapat sekaligus perkenalan dengan pengurus lain.

Cukup mengherankan bukan saja masyarakat , pengurus lain juga bertanya-tanya . Tapi untunglah semua akhirnya menerima walau aku tidak termasuk warga yg kurang peduli lingkungan. Akan tetapi jika tugas yang diembankan menyangkut pendidikan aku senang. Dengan partisipasi semua pihak mudah-mudahan bisa memajukan sekolah yang sudah dirintis sejak lama.

Pada pertemuan awal, ada pengurus yang mengusung ide akan membubarkan Mts dengan alasan sekolah ini tidak populer sehingga yayasan harus mensubsidi terus menerus. Pemasukan dari SPP yang sudah sangat murah masih saja menunggak. Gaji guru juga sangat tidak memadai. Mereka hanya diberi honor perkedatangan. Tentu kualitas apa yang akan diharapkan dengan perhatian guru yang terbelah. Tapi ide ini langsung ditolak oleh tokoh senior yang masih ada yang ikut merintis berdirinya Mts. Kesepakatan rapat Mts tidak jadi dibbarkan, tapi pengurus akan membuka sekolah dasar Islam Terpadu berkarakter. Target yang dicapai adalah sekolah ini mampu mendanai dirinya sendiri dan melahirkan anak didik yang berkarakter. Untuk itu pengurus mulai mengumpulkan donatur, asesmen ke TK se Rumbai dan berkunjung ke Bogor karena kami akan membuka sekolah berkarakter seperti yang dibuka oleh Indonesia Heritage Foundation nya ibu Ratna Megawangi. Aku dan bu Lilis sudah pernah mengikuti seminar Pendidikan Berkarakter langsung dari Ibu Megawangi. Dan kami juga sudah memiliki beberapa bukunya

Soal dana awal sebelum penerimaan murid sudah terkumpul yang akan digunakan untuk renovasi gedung. Pengecatan ulang sesuai warna IHF dan pemasangan logo IHF. Rekruting guru juga sudah selesai. Kami mengira Golden Time nya adalah awal Juni untuk penerimaan Murid Baru. Tapi sampai akhir Juni kami belum juga medapat seorang murid pun. Brosur dan baliho memang agak terlambat artinya starting point nya juga terlambat. Ketika kami mendatangi TK-TK untuk presentasi sekolah baru, sebagian besar menolak dengan alasan kami terlambat. Seharusnya kami ke TK dibulan-bulan Maret atau April. Kalau sekarang pihak sekolah sibuk untuk perpisahan. Waau tidak semudah yang dibayangkan. Dari sekian pengurus yang masih aktif promo dan persiapan hanya kami berdua (aku dan bu lilis), yang lain sepertinya sudah pesimis tahun ini kami akan dapat murid.
Tapi semangat kami masih menyala mengingat begitu percayanya para donatur menginfakkan uangnya untuk kami kelola. Semoga cita-cita mulia ini dapat segera terwujud, untuk peningkatan pendidikan dilingkungan yayasan taufik yang sudah dirintis para pendahulu. Dan sekolah yang sudah berdiri sekarang bisa ditingkatkan lagi dari segi kualitasnya.




Bagi warga kota Pekanbaru yang berminat silakan kontak ke sekretariat :


SD Islam Terpadu Berkarakter At Taufiq, Jl Yos Sudarso Rumbai telpon 0761 - 51430.


Lokasi di Komplek Masjid Taufiq Walhidayah




Keistimewaan sekolah Dasar ini adalah mengembangkan Long Learning melalui penerapan 9 pilar karakter:


1. Cinta Tuhan dan alam semesta beserta isinya


2.Tanggung jawab, kedisiplinan dan kemandirian


3.Kejujuran


4. Horamt dan santun


5.Kasih sayang ,kepedulian dan kerjasama


6.Percaya diri,kreatifitas, kerja keras dan pantang menyerah


7.Keadilan dan kepemimpinan


8. Baik dan rendah hati


9. Toleransi, cinta damai dan persatuan


Jun 23, 2008

Pentingnya dokumen

“Pokoknya ibu tetap mau umrah, tidak akan memberatkan kalian, uang ibu ada”
Begitulah keukehnya ibu mertua untuk berangkat umrah . Diam-diam sudah menghubungi teman-teman seumurannya menanyakan travel agen mana yang akan digunakan. Akhirnya anak-anak beliau tidak bisa melarang lagi keinginan orang tua tsb. Sebetulnya beliau akan berangkat haji tahun 2009 untuk yang kedua kalinya, tapi tahun 2008 ini ada niat umrah juga. Uang ada, keinginan menggebu, epritingis ok lah.

Anak kesayangannya alias si hubby mengatarkan ibu ke travel agent yg kami pilihkan. Setor termasuk pengurusan pasport, maka ditetapkanlah jadwal tgl 21 Juni 2008. Sehari setelah setoran, ibu ditelpon pihak travel minta ibu melengkapi dokumen berupa surat nikah. Ternyata ibu gak punya dokumen selembarpun. Baik itu surat nikah, akte kelahiran, apalagi ijazah. Akhirnya kepengurusan pasport kami ambil alih dari travel agen. Mulailah petualangan menelusuri surat nikah ke KUA Senapelan. Pertama-surat pengantar dari lurah, butuh ½ hari menunggu ibu Lurah Umban Sari. Diteruskan ke Polisi melaporkan surat kehilangan, berlanjut ke imigrasi dengan melewatkan KUA. Berharap di imigrasi cukup menggunakan surat hilang polisi.Ternyata enggak laku, harus minta surat keterangan nikah di KUA . Sampai di KUA kami jelaskan duduk persoalan ke petugas yang duduk dimeja front office, lalu dicatat ini-itu dan disuruh menunggu Kepala KUA. Sambil menunggu kami diingatkan oleh petugas lain seorang wanita, bahwa pak KUA tidak akan mau mengeluarkan surat keterangan nikah, tapi bisa membuatkan duplikat surat nikah bersasarkan data yang tersimpan didata base mereka. Berupa buku lusuh yang sudah tidak berkulit. Itupun yang tercatat periode mulai1960, sementara ibu mertua menikah tahun 1955 di rumah, dimana penghulu ,saksi dan mempelai prianya sekarang semua sudah almarhum. Apa ibu disuruh menikah lagi aja biar dapat surat nikah? Yang menarik gaya bicara si pegawai itu sambil duduk dimeja , posisi satu kaki nangkring di pot bunga sambil mengunyah –ngunyah kipang.kacang. Alot sekali dan maaf giginya yang tongos itu makin tongos dijejali kacang, Aku jiijik dan sebal melihat gayanya yang kurang sopan. Alhasil setelah Kepala KUA datang jawabannya tidak bisa.

Alternatif ke dua dijalankan dengan mengurus akte kelahiran dispensasi ke catatan sipil. Padahal suami teman dikantor ada yang bertugas di catatan sipil, kok bisa lupa ya. Alhamdulillah urusannya gak bertele-tele. Semua berkas sudah maju ke imigrasi. Hari ini ibu wawancara dan foto. Minggu depan tentu sudah bisa mengantongi buku hijau tersebut dengan catatan jika ibu tidak dianggap teroris. Lalu jadwal umrah ditetapkan tanggal 30 Juli bulan depan.

Dari hal tersebut barulah merasa pentingnya dokumen diri. Tapi bagi ibu rumah tangga yang sederhana dan betul-betul lugu, manalah kepikiran akan berurusan dengan hal spt ini. Mimpi keluar negri pun tidak. Obsesi keluar negri hanya karena ingin berhaji dan umrah lain tidak. Jika suatu saat ada yang mengaku anaknya almarhum bapak meminta warisan, keluarga ibu juga tidak bisa mengakui atau menolak. Lha ibu dan bapak mertua nggak punya surat nikah kok. Untungnya semua anak-anak mereka mempunyai akte kelahiran. Entah bagaimana cara kepengurusannya tanpa selembar surat nikah kedua orang tua mereka.

Jun 18, 2008

Ah PAyah!!

fjtrl;kdjhgfmd.

Gak Mau Sekolah


Pengasuh Faiz pamit mulai bulan depan karena dapat job baru. Waduh bingung lagi nih. Mau nyari lagi udah merasa nyaman dengan yang sekarang. Disamping masih tetangga, juga telaten merawat Faiz dan mengurus rumah. Pokoknya dari semua yang pernah kerja dengan kami baru ini yang membuat ku puas.


Setelah dipertimbangkan akhirnya Faiz dimasukin TK aja. Iseng mendaftar ke TK Cendana Rumbai. Juni ini umur Faiz masih 3 tahun 10 bulan. Menurut ku masih tergolong kecil. Apalagi gelagatnya masih belum ada tanda-tanda tertarik buat sekolah. Kalau ditanya Faiz mau sekolah ya.. jawaban tegas akan meluncur dari mulutnya. "NGGAK!!"

"Faiz mau sekolah dimana?'

"Gak mau sekolah, mau kerja bak sumur"

maksudnya mau jadi penggali sumur.. cita-cita kok ga mutu gitu nak...


Tapi gimana lagi hari pengumuman penerimaan siswa baru tiba. Nama Faiz tertera pada baris ke dua terakhir. Diatas nama anak yang bernama Ragil. Saat itu juga Faiz dijemput buat pendaftaran ulang dan ukur seragam.


Sampai dihalaman sekolah yang penuh warna warni dan slogan-slogan selamat datang,serta bunga-bunga lonceng berwarna ungu menyambut Faiz yang masih resah karena tidak mau sekolah. Mata Faiz yang memang udah gede makin lebar ketika melihat sebuah helikopter parkir dihalaman samping.


"Helikopter..kopter-kopter"


Faiz lari begitu saja melepaskan pegangan ku. Gak perlu mikir dulu langsung manjat dari arah seluncuran. bak kaki cicak tanpa terpeleset.

Stress yang pertama. Setelah dibujuk nonton kakak kelas latihan nyanyi faiz bisa diajak masuk, tapi dibelokkan keruang PSB. Disana sudah berkumpul para orang tua dan calon murid. Semua anak telah siap dengan posisi akan diukur. Tiba giliran Faiz, doi ogah diukur,tapi ngukur pinggangnya sendiri, kaki dan melilitkan meteran ke badannya. Baru kelar 15 menit kemudian. Maka sejak saat itu resmilah Faiz jadi murid TK Cendana Rumbai. Tapi kalau ditanya sekolah dimana jawabannya masih sama :"Gak mau sekolah.

May 12, 2008

Sebuah Karakter

Akhir bulan telah tiba. Saatnya untuk mengisi lemari-lemari dapur. Ambil ini ambil itu dan belanjaan sudah memenuhi troly. Antri juga jadi sangat panjang. Lelah tapi masih lebih nyaman karena tidak ada becek. Bisa juga mengintip kebiasaan keluarga-keluarga lain. Di depan ku berdiri pria bule dengan 2 anak balita. Mereka didudukkan did lam troly. Aduh menggemaskan pipinya merah. Mereka berceloteh memperebutkan permen loli. Si kakak menghitung permennya ada “five !” padahal di tangannya enam. Lalu si ayah membetulkan “six” adiknya yang lebih kecil setuju dengan ayahnya. Ikut bilang six. Tapi si kakak masih bertahan bilang five….salah kok maksa….

Antrian tiba giliran ku. 2 bocah kulit putih itu sudah dikeluarkan ayahnya dari troli. Tiba-tiba Fira teringat mengambil sesuatu, sementara aku sudah selesai. Berarti aku harus antri lagi kebelakang. Akhirnya aku selesai, Fira sendirian dibarisana antri. Sementara aku duduk diluar ada bangku panjang menghadap ke parkiran.. Dibangku itu duduk 2 gadis remaja berjilbab berseragam pramuka . Aku menyapa dengan senyum dan mereka membalas dan memberikan aku tempat. Aku lirik mereka asyik menjilati es krim tanpa bicara.

Dari sebuah mobil Suzuki biru, keluar gadis berseragam SMA. Sekali pandang aku langsung menilai anak ini cantik. Tapi kok ada yang salah. Sepertinya aku melihat sebuah hanger berjalan karena bagian pundaknya rata-rata air. Lalu bagian pinggul kebawah sepertinya ada baut yang terlepas. Bergoyang kiri-kanan……kiri-kanan pelan melangkah. Barangkali sambil melangkah gadis ini juga sambil menahan nafas supaya bagian perutnya rata. Kasian sekali kelihatannya tersiksa, ingin kelihatan bak peragawati

Dibelakang aku duduk ada, dinding kaca. Nah sigadis tadi dengan cara berjalan dimana anggota tubuh atas seakan-akan terpisah dengan anggota tubuh bawah selalu memandang pantulan dirinya dikaca. Sampai dia menghilang dibalik pintu kepalaku dan 2 gadis berbaju pramuka menoleh mengikuti kemana si gadis SMA berjalan. Tapi tidak ada kalimat yang muncul dari kedua bibir anak-anak ini . Mereka hanya senyum satu sama lain dan melanjutkan menjilati es krimnya.

Jika aku jadi anak-anak yang makan es krim ini tentu sudah terkikik-kikik menggunjingkan sicantik kekurangan baut ini. Sebuah pendidikan karakter yang diterima mereka dari sekolah, orang tua dan lingkungan mereka.

di Sebuah ATM

Dalam antrian panjang di sebuah ATM, untuk mengatasi kebosanan aku terlibat ngobrol dengan ibu-ibu yang berdiri di depan ku. Ngalor ngidul seperti orang yang sudah kenal lama. Lama-lama barisan ku sudah sampai ke barisan no 4. Ku pikir tidak lama lagi giliran ku. Aku mulai menyiapkan kartu atm, handphone yang memuat no tranferan yang akan ku tuju. Tapi sampai disini keadaan tidak berubah 5 menit.

Seorang ibu muda sambil menggendong bayi disebelah tangan kanan, tangan kirinya memencet-mencet keyboard msein atm. Salah lagi. Salah lagi. Ibu yang dibelakangnya sudah memberikan instruksi apa-apa yang harus dipencet. Sesekali tangan kanannya dinaikkan keatas membetulkan posisi duduk sibayi. Sepertinya si bayi terjepit dilengan ibunya, dan mulai meronta. Tapi laki-laki yang berdiri disamping ibu muda itu terus saja memberi instruksi. Awalnya ku pikir pria itu petugas bank, tapi kok akrab sekali. Tapi kenapa dia tidak peduli pada kesulitan ibu yang menggendong bayi ini.

Ibu yang antri dibelakang ,no 2 sudah mulai gelisah dan minta waktu sebentar untuk menggunakan atm sementara ibu yang menggendong bayi masih bolak-balik memasukkan kartu lalu pencet-pencet, memperbaiki posisi bayi dan menunggu uangnya keluar. Kalau ambil uang banyak kan lebih praktis ke counter saja tapi mungkin kelupaan bawa buku.

Aku maju ke barisan depan minta pria disebelahnya agar menggendong bayi itu sebentar. Masa bodoh apakah itu suaminya atau bukan , lah ngapain dia berdiri saja sementara disampingnya seorang wanita kesulitan. Eh ternyata pria itu memang suaminya. Waduh apa ya dalam pikiran suaminya, kok tidak berkeinginan membantu melihat menggeliat-geliat dalam kepitan ibunya, lalu sebelah tangan sibuk dengan tombol. Kemana empatinya sebagai suami.

Setelah tangan si ibu bebas dari bayi, proses pengambilan uang berjalan lancar, tidak samapi 3 menit giliran berikut bisa maju . Tiba pada giliran ku O-o uangnya habis sudah…………………………..

Mar 31, 2008

Sahabat Ku


foto kanan: suami deni,sepupu,anaknya, aku in pink,Fira Velia dan Deni

“HALLO, WI, INI NOVA .....SMA 2...EH WID NOVA DAPAT SMS KATANYA DR.DENI MENINGGAL, GIMANA WID” suara ibu-ibu dengan bahasa minang versi Jakarta.
Aku langsung konek yang dimaksud nyonya diseberang handphone ini dia ngenalin diri Nova teman lama kami zaman smp, kt lain SMA tapi lebih pasnya Nova yang tinggal dibirugo....Setelah agak tenang aku jelasin satu persatu bahwa yang aku tahu suami Deni yang sakit parah, tapi apakah Deni yang meninggal aku harus pastikan dulu kekeluarganya di Bukittinggi. Tapi alih-alih kami bercerita sedih eh malah ketawa-ketawa karena, aku ngebayangin si Nova ini imut dengan suara manja dan kacamata tebalnya. Tapi kok yang bicara ini ibu-ibu sesak nafas dan nada bicaranya tegas dengan logat yang aneh seperti orang baru belajar bahasa minang. Baru 15 tahun jadi orang Jakarta ngomong Minang dah belepotan. And seterusnya sampai ngabisin pulsa...

Selesai dengan Nova aku langsung nelp ke HP Deni, tapi ga diangkat. Ke rumah juga gak ada yang angkat. Untung Oma masih di Pekanbaru dan ingat telpon tantenya Deni yang nota bene teman Oma. Baru lega ternyata yang meninggal suaminya bukan Dr Deni seperti sms entah entah dari siapa.. Tapi kok lega..tidak ! rasanya aku juga sedihh banget teringat Deni sendirian di Jambi tempat tugasnya sebagai dokter, lalu anak-anaknya yang masih SD .. Lama aku tercenung dan ngobrol dengan Oma yang ternyata udah tahu dari mamanya Deni bahwa suaminya ini menderita suatu penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Sejak 5 tahun yang lalu. Waktu itu Deni curhat ke mamanya , Deni ikhlas kalau yang hal terburuk terjadi pada mereka. Memang sudah Nasib.

Lebaran 2 tahun yang lalu aku dan Deni banyak menghabiskan waktu bersama. Aku ingat suaminya yang baru saat itu aku kenal, caranya berbicara dan mengizinkan kami seharian berkeliling ketempat-tempat penuh setori dan seharian itu juga kami bolak balik pakai honda jazz dan angkot. Setiap bepergian Deni selalu gak mau bawa anak, cerita tentang mantannya, teman-teman sekelas pokoknya yang menyenangkan di masa SMA. Tapi aku mendapat kesan mendalam terhadap suaminya; begitu dewasa, pengertian, sabar......tadinya aku pikir karena sudah tua, sampai-sampai Fira hampir saja memanggilnya kakek karena dikira dia papanya Deni. Aku bandingin dengan suami bahwa suami Deni itu pengertiaaaan banget. Kami pergi seharian gak komplain. Beda sama suami ku waktu aku tinggal seharian malah merajuk dan langsung pergi jalan-jalan ke Istana Pagaruyung bersama Fikri dan Fira. Tapi selama itu Deni tidak sekalipun bicara soal penyakit suaminya.

Pagi ini aku telpon Deni, aduh rasanya kerongkongan tercekat dan aku kehilangan kata . Karena di sana Deni sudah terisak....... Setelah kami bisa menguasai diri aku mulai bertanya tentang anak nya dan mensupport. Tapi kalimat yang keluar terasa garing dan sangat formal seperti kami orang asing saja. Aku ingin peluk Deni dan mengizinkannya curhat sepuasnya... Nanti sewaktu aku ambil cuti dan mungkin Deni sudah pindah ke Bukittinggi......... Semoga kalian yang ditinggal suami, papa tercinta bisa tabah..............

Looong week end cerita lalu

Long week End atau loooooong wiken, selalu membuat sebagian warga pekanbaru ke luar kota. Tiket pesawat langsung menanjak naik maklum hum demond and supplies berlaku. Teman-teman yang sudah jauh-jauh hari pesan tiket tujuan Jakarta bisa tersenyum karena mendapatkan harga standar. Tapi yang lelet atau punya rencana dadakan yah bersuka cita lah mengeluarkan dana diatas Rp 1 juta. Itupun bisa berangkatnya hari Jumat. Bagi yang berangkat ke Sumatera Barat via darat bisa happy kapan pun bisa berangkat tapi seperti biasa terjebak tanah longsor dan antri macet sampai 8 km.

Seperti Oma yang nekat berangkat pakai travel dari Bukittinggi ke Pekanbaru , berangkat dri jam 9 pagi tiba di Pekanbaru jam 19:30. Sepanjang waktu kami sibuk memantau ke travel Bukittinggi dan ke pangkalan travel di Pekanbaru. Jawabannya sama: mungkin macet bu.......tapi Alhamdulillah si Oma senang-senang saja malah memuji mobil yang ditumpangi beliau bagus dan supirnya baik.

Sementara orang-orang pada bepergian, aku malah kebagian PR membuat SPT tahunan. Tadinya udah selesai dan dibawa ke Kantor Pelayanan Pajak. Kasian teman yang membawa dah capek dan berat gak tahunya di Kantor Pajak ada Form baru yang sebenarnya sama dengan yg lama hanya beberapa posisi tulisan saja yang berubah. Padahal sewaktu membayar Pph tgl 4 Feb lalu tak satupun petugas yang memberi tahu bahwa form 1721 berubah. Lebih kasihan lagi anak-anak Cuma mondar-mandir saja sementara liburan 4 hari. Begitu SPT selesai lagi-lagi ada kerjaan lain.... uh kerja kok gak selesai-selesai sih . Minggunya baru kami bisa rekreasi sejenak, Off Road di Kulim dan Silahturrahmi ke rumah teman yang habis melahirkan. Kita sih udah mandi karena ngunjungi bayi, tapi mobil blom sempat wuih ngeri ada lumpur dimana-mana.

Setelah bersenang-senang sejenak, kami dikejutkan dengan banjir ditempat yang biasanya tidak pernah kebanjiran. Emang sih sewaktu terakhir aku melintasi jembatan leighton tgl 20 Maret lalu, air sudah mulai naik di kelurahan Meranti Pandak. Sedih dan lucunya ada yang pesta di pinggir jalan. Pengantennya duduk menghadap ke jalan. Sementara rumah mereka sudah tergenang air. Sekarang air sudah mencapai 1 meter, bagaimana ya nasip penganten baru tsb?.

Rumah teman-teman di jl Tegal Sari Ujung banyak yang terendam. Rumah teman Fikri juga, katanya ada yang hanyut. Berbagai cerita diperoleh dari pengalaman banjir yang paling besar sejak aku tinggal di Pekanbaru. Ada yang baru transaksi beli rumah eh rumahnya ikut kebanjiran padahal dulunya ga pernah kena. Ada juga yang baru beli mobil 3 hari mobil ini pun mulai terendam air. Pakaian sekolah teman-teman Fikri yang hanyut. Dan yang paling tragis, teman sekolah Mazen sepupu Fikri tewas ketika main air dibelakang GOR senam di stadion Rumbai. Memang ajal itu sudah ada jadwalnya, walaupun anak itu masih dirumah pun kalau hari itu waktunya harus pergi ya meninggal juga. Tapi untuk hal-hal logis rasanya aneh juga ya anak sudah SMP masih mau main air kotor seperti itu.

Dari sekian korban banjir, ada satu orang teman sekantor masih bertahan tinggal dilokasi yang memang sudah langganan banjir sejak dulu kala. Karena lokasinya di rawa-rawa aliran sungai. Konon kata ibu mertuaku tahun 1947 daerah tersebut masih aliran sungai Siak. Nah lo. Kalau daerah itu banjir ya salah yang bikin pemukiman disitu

Mar 18, 2008

Naluri Lelaki

. Awalnya sulit sekali membiasakan dirinya untuk lepas dari diapers. Ada taktik untuk membuat Faiz bias buang air kecil sendiri yaitu dengan mengajarkan cara buang air yang menyenangkan. Waktu “burung”nya dikeluarkan Faiz disuruh jongkok setelah diberi contoh. Lama baru air seninya keluar. Kadang ga keluar tapi ketika mau dipsangkan celana eh muncrat. Taktik berikut dengan mengarahkan selang kesegala arah dan mengumpamakan selang itu tempat keluar pipis. Sepertinya berhasil karena Faiz keliatan antusias . Acara pipis dimulai dengan kucuran pertama kearah samping. Lalu Faiz diberi pujian bahwa dia hebat. Berikutnya airnya muncrat kearah atas membasahi baju. Lalu yang berikutnya Faiz sudah bias mengendalikan kesegala arah. Akibatnya jika mau pipis Faiz ambil ancang-ancang akan membidikkan kemana. Kadang kedinding. Kloset, bahkan ember. Masih dibiarkan saja sampai Faiz terbiasa mengatakan akan pipis.

Semua sudah berjalan lancer dan acara pipis tidak menakutkan, hamper tiap saat Faiz minta pipis. Dan setiap itu juga Faiz berhasil tanpa membasahi karpet ,lantai atau kasur. Sekarang juga sudah bias membuka celananya sendiri seluruhnya atau sebagian saja. Hanya saja seteleh sukses toilet training ada dampak buruknya juga. KArena setiap habis pipis dikamar mandi Faiz juga akan mengancam kakak,abang dll dengan “senjata”nya. Waduh kok jadi salah didik ya. Bukan saja pada saudarnya yang dirumah, jika usilnya kumat jika ada tamu pun Faiz akan mengancam” pipiskan!” sambil mengacungkan “senjata” nya.

Suatu hari karena bosan mengejar-ngejarnya terus abang Fikri membiarkan saja Faiz tanpa celana. Kebetulan Ika anak tetangga sedang bertandang kerumah. Mungkin Ika haran apa yang “dimiliki” Faiz maka Ika langsung mencomot dan menariknya.
Nah lo kapokkan? . Sejak itu Faiz mungkin benar-benar kapok. Jika habis pipis jika ada orang lain pasti buru-buru pasang celana Karena malu. Tapi tidak untuk bang Fikri dan kak Fira.

Entah karena kebetulan atau bukan, Faiz memang agak terlambat dari anak sebayanya. Mulai jalan saat usia 17 bulan tapi langsung lari dengan benar berlari seperti anak usia 7 tahun.Siapapun yang mengejar pasti kewalahan. Bebas diaper juga lama yaitu usia 3,5 th. Cara berbicara juga masih belum jelas. Mungkin karena anak bungsu makanya sering diperlakukan seperti bayi saja. Usia segini belum mau tidur dikamar sendiri masih mau gruntelan sama ortu. Pegang rambut atau apalah pokoknya ngumpet diketiak. Berbeda dengan kedua kakak , bisa pipis sendiri, jalan,bercakap dan tidur dikamar sendir pada saat biologi clock alias usia yang sebenarnya.

Zaman Apa

“Kan ada interneeet” kata anak SD berbadan kurus dengan celana sering melorot di sebuah desa pada tayangan iklan di televise.
Kalau di kampong saja orang sudah demam internet apalgi dikota. Geliat internet dalam 15 tahun terakhir memang sangat mengagumkan. Perlahan tapi pasti menancap dan tumbuh subur jadi tren masyarakat modern.
Produsen Komputer pun makin “gila” menawarkan produknya . Mulai dari Personal Computer sampai Notebook atau Lap Top.Tahun sebelumnya produsen laptop menawarkan harga mahasiswa untuk sebuah lap top, lalu sekarang lap top siswa dengan bandrol 3 juta saja.

Lihatlah para mahasiswa tidak lagi menenteng tas pak pos atau map apalagi sebuah buku yang digulung dan dimasukkan ke saku belakang celana. Tampilan mereka hamper seragam dengan tas berisi sebuah lap top.
Tak kalah dengan penyedia computer, para peluang bisnis juga melirik perangkat hotspot untuk diletakkan di posisi strategis. Ngenet tidak lagi harus di kantor, dirumah dengan biaya mahal atau di café yang prestisius tapi ditaman kampus, ditaman kota.

Mesjid AnNur Pekanbaru yang sudah direnovasi dan mempunyai halaman dan hall yang luas sudah menjadi taman hotspot buat ngenet. Waaao….anak muda, remaja terpekur memandangi layar, entah itu main game, browsing mungkin ngeblog atau apalah. hebat ya……….

Jadi ingat cerita zaman SR (Sekolah Rakyat) dimana murid-murid hanya membawa sebuah batu hitam dan kapur tulis. Tidak perlu Tas Ransel, Trolly, Tas Pak Pos untuk membawa selusin buku tulis dan setengah lusin buku cetak, seperti anak SD zaman digital ini. Setiap ganti mata pelajaran batu hitam dihapus dan mulai dengan pelajaran baru. Karena pelajarannya ya menulis dan berhitung. Tapi prinsipnya sama saja jika Lap Top sudah menjangkau pada tingkat yang jenuh dimana semua orang sudah memilikinya, maka anak-anak sekolah akan bali ke zaman batu tulis, Buat apa bawa selusin buku tapi bawa saja sebuah laptop seberat 0,5 kg, ada akses internet, berjuta-juta buku dapat dibuka. Berlembar-lembar tulisan dan beratus ratus krayon.

Mau sahabat pena malah lebih gampang, ga perlu perangko, kertas surat, kirim surat elektronik coy! Dijamin ada wajahnya nongol disudut layar jika dilengkapi webcam. Hati-hati aja kalau chating dengan webcam masih ada jigongnya.Mau pacaran long distance gak masalah serasa dekeeet kaleee.

Kecanggihan teknologi seperti pisau 2 sisi. Sisi yang menghadap kekita biasmelukai sedangkan sisi yang menghadap keluar melukai orang lain. Maka sikap bijak kitalah yang akan memilih untuk tidak melukai siapapun.

Mar 11, 2008

Ironis

Jadi males nonton berita. Masih berkutat soal sembako yang terus melambung. Ditayangkan warga antri bahan bakar, minyak goreng ya ampuuuun terus naik, terigu dkk udah jelas naik, mendongkrak harga mie instant. Terus tempe yang belum stabil yang berakibat makin kurusnya sepotong tempe. Coba apa yang bisa dihidangkan di meja makan jika semua harga bahan pokok terus naik. Jadi bingung ya dengan pemerintah kesan nya” ya mau gimana lagi.............”

Tapi ketika aku datang kesebuah pesta perkawinan anak orang penting, tak ada kesan kesulitan sembako yang membuat ibu-ibu menjerit. Disana tubuh berbalut busana yang sebatang badannya puluhan hingga ratusan je ti. Makanan melimpah ruah. Ada yang kesiram air, disisakan para tamu dipiring-piring. Tapi ada gak yang berpikir bagaimana soal harga naik diluar sana?

Sebagai wanita aku juga tak manampik bahwa sifat konsumtif bersemayam didalam diri. Ketika mendapat undangan kawinan tsb yang terbayang petama kali adalah busana apa yang akan dipakai. Walau gak menjangkau jeti-jetian paling tidak mesti keliatan special. Lalu aku mulai hunting nyari baju . Bolak balik milih diantara kerumunan ibu-ibu yang wangi semerbak. Aku ambil salah satu baju yang ada discount 40%. Mau nyari penjualnya ,aku bingung ada 2 wanita paruh baya yang satu duduk di counter yang satu diluar , keduanya sedang memamerkan perhiasan. Yang dalam counter sebut saja nyonya kupluk (karena pakei jilbab mirip kupluk) yang diluar sebut saja nyonya Tambun. Nyonya Tambun dengan lantang menyebutkan harga cincin yang melingkar dijari gemuknya. Nyonya kupluk tak kalah seru menyebutkan harga bros yang tersemat didadanya. Masih belum puas si nyonya kupluk memanggil petugas stan mereka menyuruh ambil sesuatu terus menyebut-nybut angka ratus jeti...........Aku bener-bener dicuekin sama 2 nyonya kaya ini padahal aku mau bayar sepotong baju ke nyonya kupluk, tapi karena bliow asyik saling pamer dengan pelanggannya nyonya Tambun , baju yang didiscount 40% toh ga sebanding dengan calon pembeli kelas kakap.ini.....


Syukur aku ga jadi menurutkan nafsu ingin tampil kinclong diacara kawinan tsb. Yang hanya akan dipakai 2 jam persiapannya berminggu-minggu dan berupiah-rupiah. Dan dalam perjalanan pulang aku melihat antrian panjang di pangkalan minyak tanah. Mungkin diantara kerumunan itu ada yang belum makan atau besoknya apa masih bisa makan tempe.

Disaat banyak orang menderita kekurangan sembako, angka yang tercatat sebagai jemaah calon haji terus meningkat. Temanku sampai menunggu ke 2011 setelah mendaftar di 2007. Bukankah itu menunjukkan tingkat kesejahteraan dikalangan umat muslim meningkat. Semakin banyak yang sanggup berangkat haji (karena financial dan spirituilnya) tapi kenapa makin banyak yang tidak lagi peduli dengan fakir miskin?

Mar 5, 2008

Rindu ngeblog

Pengen ngeblog tiap hari, tapi perangkat nya sering ga bisa akses karena alasan yang sama, server ngadat atau jaringan apalah atau atau dan atau seribu satu alasan. Pernah juga coba pakai HP oh....dalam sekejap pulsa melayang ke angkasa....

Belum dapet sih ngenet dengan biaya murah sambil tiduran & bercanda ria di YM atau ngebahas bisnis apa yang paling laku saat ini. Karna kegiatan nulis-nulis itu sudah merupakan kegiatan yang tak terpisahkan, maka kembali lah daku ke dunia maya dengan tersaruk-saruk. Tapi tidak meninggalkan begitu saja diary yang pakai gembok . Nah itu ceritanya Fira lagi ngebet punya diary. Maunya yg gambar maruko tapi yg ada kartun jepang lain, daripada ga ada tetap aja dibelikan yang lengkap dengan gemboknya. Beberapa lembar telah diisi yang mana isinya tentang hujatan padaku emaknya karena tidak mengabulkan permintaannya dibelikan sepatu baru. Disana juga tertulis perbandingan aku dan mama temannya yang dianggap lebih pengertian...(begitu istilahnya Fira). Begitu ya dikepala anakku...kalau keinginannya dipenuhi, akan menulis aku adalah ibu yang baik, kalau permintaan ditolak maka tanpa ampun aku adalah ibu yang JAHAT....oh teganya anakku.........
Tapi biar saja Fira menulis apa yang dalam kepala dan mencurahkan perasaannya pada tulisan. Nanti kalau dah makin gede tentu akan bisa memilih kata-kata yang lebih bijak. Dan tulisan itu tak perlu dikomentari apapun, pura-pura ga tahu.
Setelah beberapa bulan diary Fira kok sudah terkapar dibalik lemari. Gak taunya kunci gembok diary tsb hilang . Tapi Fira sudah punya diary baru warna merah jambu gambar hello kitty. Maka diary bergembok itu sudah jatuh ketanganku

Dari sebuah berita aku baca komentar Roy Suryo yang dituduh punya hobi ngeblog, menurut Roy ngeblog itu hanya tren sesaat dan tukang bohong. Wah aku jadi tersinggung. Soalnya aku maniak banget sama blog, palagi ngeliat template yg cantik-cantuk, begitu juga content khas ibu-ibu yang sharing mengenai anak, resep, ilmu-ilmu lain nya. Gimana sih si Roy kok bisa-bisanya bilang blogger penipu.

Brubung ini persis tahun ke 2 aku ngeblog ,aku ganti layout lagi dengan sedikit kemeriahan, yah itung-itung merayakan ultah ke 2 dengan kembang api nya gege.. suiiiiit jdaaar!!!, Hanya saja keinginan merancang leot sendiri belum juga terrealisasi.duh kapan ya?

Ow iyah, masih problem dengan beberapa side bar untuk mengedit tulisan dan upload photo masih ngilang, gimana munculkannya, help dong temans

Wilda Love Fikri

‘Mi, Ada berita gembira!!!!” Fira memekik kegirangan.
Aku harap-harap cemas menunggu beritanya, karena Fira menyampaikan sambil melonjak-lonjak kegirangan. Ku pikir ada hadiah mobil dari bungkus mi instan yang baru dibuang ke bak sampah.

Gak taunya berita kalau Wilda, kls VI anak tetangga sebelah naksir abang Fikri, ceritanya begini; Wilda nulis dibukunya trus dibaca oleh teman sekelasnya yang juga tetangga kami, Ayu namanya. Menurut Ayu ke Nisa, Wilda membuat tulisan...Wilda love Fikri.....lalau saat berenang kemarin Ayu menyampaikan ke Nisa , Nisa melanjutkan ke Fira. Jadi cerita berantai.......... apa pangkalnya belum diketahui. Ada-ada saja...

Melihat kami bisik-bisik Fikri merasa terusik dan terus mendesak apa yang kami omongkan. Karena bosan di rengek i terus aku jawab asal saja kalau ada yang kirim salam dengan Fikri , Talitha teman SD nya dulu yang katanya Fikri paling benci. Langsung mulutnya manyun, sambil mengatakan “ huh! kirain apa.........anak centil itu.”
Fira makin geli. Lalu Fikri balik mambalas dan bilang bahwa Fira pacaran dengan Dansa.
What?!! Ada apa ini,kecil-kecil dah pada pacaran. Aku senyum-senyum aja menanggapi tapi dalam hati mangkel, unyil ini dah mau pacaran. Lalu Fira pun curhat, bocah yang naksir sama dia itu namaya Arramadansyah, kelas 6 SD 001. Makanya kalau jalan sore – sore naek motor bertiga Faiz minta muter ke arah jln Berdikari. Si Dansa yo Dansa itu ternyata tinggal disana. Aku dikadalin dong selama ini oleh unyil bau kencur ini... Lalu cerita bergulir bahwa teman-teman sekelas Fira di kelas V SD, Bela dijodohi dengan Ramadhan, anak yang tinggal kelas itu.. Ayang tergila-gila dengan Rivaldi, Gina dengan Marko dan entah sipa lagi dengan siapa. Begitu juga dengan sepupu Fira bernama Ezi kelas VI SD, sedang mabuk kepayang dengan Hafiz anak kelas 1 SMP yang tinggal di ujung jl Tegal Sari. Menurut Ezi anaknya “ ih g-gguanteeeng”. Jadi tiap sore Ezi rela mengayuh sepeda hanya memandang komplek perumahan dimana Hafis berada.

Lalu setori antara Fikri dan Wilda itu bagaimana asal muasalnya. Awalnya Wilda, Nisa dan Fira sering main boneka barbie di rumah Wilda.Suatu hari tempat mainnya pindah kerumah Nisa, disana abngnya Nisa yang kelas I SMP ikut nimbrung main boneka. Oh la la itu karena ada Wilda. Wilda sih cuek aja, kalau abngnya Nisa ngajak ngobrol dia jawab satu-satu.... seperti orang bosan, akhirnya abangnya Nisa tahu diri berhenti bergabung lalu memandangi anak anak perampuan dari kejauhan. Menurut abangnya Nisa, Fikri cemburu ngeliat dia ikut main boneka (cowok kok main boneka?). Tapi kalau giliran main kartu remi di rumah Fira, abang Fikri jelas-jelas gak mau nimbrung. Jangankan ikutan main mengintip aja ga pernah. Pokoknya cuwek abis. Kalau disuruh buang sampah dimana harus melewati rumah Wilda mesti nunggu gelap dulu. Ngomongi namanya juga gak pernah, tapi kok malah ada kabar Fikri suka Wilda...

Yang paling getol menjodohkan mereka ibu-ibu kiri kanan, tapi Fikri tetap acuh gak ada ekspresi malu-malu mau, atau menolak, datar aja. Apalagi disekolahnya juga ada peraturan jika ngobrol berdua atau pacaran akan dapat point 300 bisa dikeluarin dari sekolah. Dari tampangnya sih cocoklah disekolahkan di Mts, apalagi sikapnya sesuai dengan aturan tidak boleh menatap wanita.

Ngebayangin anak-anak akan makin besar , lalu mulai jatuh cinta.........jadi ngilu rasanya

Warna

Warna sering mempengaruhi keseluruhan penampilan. Warna apa yang disukai dan warna apa yang paling cocok digunakan. Jika kita melukis tentu bebas menggoreskan warna apa saja sesuai keinginan, warna rumah bisa hijau, warna tanah bisa merah terang atau warna langit hitam pekat.

Jika warna bisa menunjukkan kepriabadian lalu bagaimana dengan kesukaan warna tertentu serta ketidak cocokan pemakaiannya. Bingung ya? Maksudnya gini, aku senang dengan warna warna permen, lembut, lebih girly dan mebuat suasana seperti dongeng-dongeng negeri peri. Tapi jika aku kenakan sebagai riasan atau busana selalu kelihatan hambar. Malah lebih berasa gula jika aku mengenakan busana berwarna jreng yang nota bene tidak aku sukai, seperti warna biru terang, ungu, pink menyala atau merah, hitam . Warna hijau dan segala turunannya akan membuat wajah menjadi lebih tua. Warna peach betul-betul menjadikan ku seperti orang habis sakit typus.

Penggunaan lipstik juga, jika menggunakan warna pucat (peach,baby pink, ) malah seperti mayat hidup, tapi dari pada memakai warna menyala malah gak PD mending ga pakai. Tapi itulah kebiasaan berias menggunakan lipstik, eye liner dan maskara , perkara yang masih sulit ditinggalkan, maka masih lah berkutat antara pilihan warna dan cocok/tidaknya. Oh warna-warna...............bagai bicara..............

Bagaimana dengan cat rumah ? ini masalah sulit karena masing-masing penghuni punya warna pavorit yang berbeda. Aku cendrung ke soft : krem, peach,ungu muda. Abang sukanya yg serba jreng, seperti memberi kusen warna merah marun, Fira maunya warna ungu, Fikri warna kuning terang. Setelah bertahun-tahun rumah diberi cat warna warni, masih ditambahi sentuhan akhir oleh Faiz dengan menorehkan krayon lebih berwarna lagi. Misal diruang tamu dibubuhi warna merah melingkar lingkar, ruang keluarga antara biru, hijau,kuning dan cokelat dengan lukisan lebih fariativ, ada kotak tidak simetris, garis, dan lingkran, kamar Fira lebih ekstrim lagi dengan warna hitam berbentuk ular.

Feb 15, 2008

Ketika Cinta bersemi (lagi)

Bertemu teman SMA membuat ku merasa hidup lagi. Bagai tunas yang baru disirami, bagai kelopak mawar baru merekah,sumringah. Dalam benak menari-nari bayangan kehebohan waktu aku mengedarkan kue gula kacang yang liat saat guru kimia sedang menerangkan...mol, greg. Sehingga hampir seisi kelas tertunduk menarik-narik kue tsb dari gigi mereka. Tentu saja semua sambil cekikikan. Cuma 4 orang yang tidak ikut serta yaitu teman-teman yang sudah berpakaian taqwa.

Saat pertama jumpa pasti kami membahas masalah tempo doeloe soal kebadungan kami. Saat bernostalgia, didepanku duduk remaja berkepang dengan muka penuh jerawat. Tapi jika pembicaraan beralih ke masalah anak dan masa kini didepan ku telah berubah , duduk seorang ibu-ibu gemuk, dengan pipi mengilat plus beberapa flek hitam dipipi dan hidung. Tiap ada pertemuan hampir pasti kita selalu mengukur lingkar pinggang, ukuran lengan, saling meneliti wajah yang mulai ditumbuhi vlek, dan tertawa menilai masing-masing. Tapi masih sungkan mengakui bahwa diri kita sudah mulai menua.

Ada sebuah topik yang membuat aku sedikit terganggu, yaitu (menurut temanku yang lain) jika dulu disebutkan puber ke 2 muncul pada usia 45 ke atas, sekarang dia berkesimpulan puber ke 2 menyerang wanita pada usia mulai 37 ke atas. Masih menurut teori dan kisah nyata temanku dan beberapa teman yang lain, berawal dari sms dari seorang lelaki, membuat temanku jadi berbunga-bunga. Awalnya sms biasa saja lama-lama mulai penuh perhatian, kata-kata rindu menghambur dari setiap sms dan jika keluar kota selalu dihadiahi oleh –oleh. Puncaknya waktu haji kemarin, si sms gelap tsb menanyakan dari Mekah apakah temanku ingin dibawakakn oleh-oleh parfum. Bayangkan sedang ibadah masih sempat mikirin istri orang. Dan yang lebih mencengangkan mnrt temanku kejadian-kejadian tsb membuat dia merasa melambung dengan perhatian – perhatian tsb. Bahwa dia masih merasa menarik, bahwa dia masih diakui walaupun sehari-hari hanya mengurusi rumah tangga.Dan hal-hal lain persis seperti abg jatuh cinta. Tapi syukurlah karena Iman yang kuat dan keinginan yang kuat juga untuk segera mengakhiri bunga-bunga itu. Katanya , ada yang sakit ketika dia mencoba melenyapkan “kutil kecil pengganggu” , sama seperti kehilangan boneka waktu kecil dulu.....

Cerita teman yg lain ( ketika bertemu lebaran 2007) di sms sama mantan pacarnya, lalu temanku tsb curhat habis akan bunga-bunga yang tumbuh dihatinya saat membaca sebaris kata dari si dia ( halah!! jatuh cinta lagi, lagi2 ku jatuh cinta by Matta) dan berakhir dengan kenyataan bahwa si mantan juga meng sms kerinduannya pada teman-teman SMA yang lain, termasuk aku................karena aku gak punya prassan apa-apa dari dulu sampai sekarang jadi sms itu bukan hal yang romantis hanya kerinduan teman lama. Terlau biasa kok gak ada yg istimewa. Kembali bersyukur bahwa temanku ini sudah balik kebumi, melihat lagi kenyataan - toh hidupnya lebih bahagia sekarang dengan suami yang baik, karir yang cemerlang dan anak-anak yang manis.

Cerita bergulir pada A yang ke GR an dengan seorang nasabahnya. Awalnya hanya karena sakampuang, lalu lebih dari sekedar teman alias TTM (Teman Tapi Mesra) kalau tidak mau dibilang selingkuhan. Nampaknya lagu Kekasih Gelap by pasha-Ungu lebih menjadi maskot ketimbang lagu TTM by Ratu


Lalu jika suatu hari denting nyanyian Ungu menghampiriku , apa yang harus kulakukan? Terbuai dengan lagu cinta semu atau terjebak pada rutinitas. Insya Allah tidak, makanya usaha kita untuk tetap menjaga agar nyala api cinta tetap berkobar sehingga lilin dan obor manapun tak dapat mengusiknya.


(PS: mau upload foto kok gak bisa, menunya dimana sih kok ngilang )