Jan 9, 2007

Lebaran tertinggal

Akhir tahun yang selalu ditandai dengan musim hujan dan sudah pasti di beberapa daerah musim banjir dan musim longsor. Alasan klasik yang tak pernah berubah dari tahun ke tahun :
Jika musim kemarau debit air kurang maka lampu /listrik akan sering mati bisa 3 x sehari bak minum obat
Ironisnya ketika hujan , debit air melimpah ruah maka dari waduk penampungan akan dikeluarkan (dibuang) airnya ke sungai sekitar dan mengakibatkan rumah-rumah terndam banjir
Ruas-ruas jalan akan longsor mengakibatkan tertutupnya jalan yg otomatis terkendalanya bahan pangan dari daerah pemasok misalnya dari Sumbar yang mengangkut sayur mayor termasuk cabe kriting.
Harga kebutuhan tersebut saat ini sudah melonjak gara-gara? Bencana alam,natal,lebaran haji,dan tahun baru.. Hari ini tgl 28 Desember harga cabe Rp 40.000,-
Minyak tanah kemana? Harganya sudah melambung barang dicari pun tidak ada….

Apa daya aku harus mulai mencintai kota ke 3 dalam hidupku, tempat kami mencari penghidupan, membesarkan anak-anak.

Terimaksaih sobatku Deni dari dokter di Jambi yang perhatian dan mengirim sms :
Wid, Deni lihat di TV terjadi banjir di Rumbai.Apakah rumah Wid kena banjir

Alhamdulillah tidak , Insya Allah tidakakan pernah ya
Deni, aku masukin blog lho biar suatu saat jika puskesmas Deni udah punya jaringan kita bias BW tiap saat

Untuk lebaran haji kali ini tidak ada lontong/ketupat karena sayuran gile benerrr mahalnya. Jadi menunya diganti yang serba pulut seperti ketupat pulut, wajik,nasi lamak.Yang bukan pulutBrowkus ,bola-bola cokelat dan pudding coc pandan saus vanila
Ketupat pulut :
1 Kg pulut putih dimasukkan ¾ selongsong ketupat dari daun kelapa yg muda (warna kuning yg untuk janur. Direbus sama santan dari 2 btr kelapa sampai terendam + garam.. Biar cepat pake panic presto saja 15 menit matang. Jangan lupa diberi daun pandan

Wajik
½ kg pulut dimasak dengan santan + gula pasir dan diberi pewarna merah

Nasi lamak:
½ kg pulut direndam dengan air kunyit 1 jam. dimasak spt masak nasi, saat ½ matang diberi santan ,lalu diaduk

Lumayan hidangan serba pulut ini bias dikirim buat beberapa tetangga terdekat ditata wrna merah yg manis diselingi warna nasi lamak kuning yang gurih. Buat yg punya anak kecil diberi bonus bola2 coklat hasil karya Fikri dan Fira.

Sorenya setelah menerima jatah daging kurban langsung dibikin sate padang, lagi-lagi anak-anak dengan semangat membantu menusuk potongan –potongan daging. Siip deh jadi gembira walau si etek permisi ke rumah kakaknya untuk berlebaran, ya ga pa pa.

Sore itu juga hasil olahan daging kurban serta kue-kue dikirim buat para pekerja di kebun. Kebetulan malamnya tahun baru, anak-anak masih libur, pulut ketan yang masih tersisa diganyang dengan durian, Mau tau rasanya? Nikmaaat……….. apalagi duriannya kuning dan gemuk-gemuk . Cara makannya sejumput ketan dicuil dengan durian. Karena takut ga kebagian gak sempat di foto.


Nasib si bola cokelat lebih banyak kseperut faiz. Saking maniaknya setelah aku mandikan dan pakekan baju koko biru, aku masih sibuk menata-nata meja. Tangannya mulai merayap ke piring bola coklat. Melihat dia tersenyum manis minta izin ngambil akupun membalas dengan anggukan. Masih sibuk berbenah ku biarkan mengambil sampai 3 kali, kok setelah itu diam. Olala tobat! Coklat tadi dikunyah lalu diludahkan ke kursi dan di jilat lagi….. ampuuuuuun gara-gara simeong nih Faiz ikut-ikutan makan spt itu, dan bajunya ga usah diceritain ya pasti pada tahu bgmn rupanya……………

Bikin bola-bola itu sangat gampang anak-anak aja bias
Krekers rasa keju diremas halus, diberi susu kental manis sehingga bias dipulung. Coklat dilelehkan dulu, setelah itu si bola dicelupkan ke coklat leleh dan digulingkan ke permen (apasih namanya kayak manik-manik ada motif bintang, hewan warna warni) Trus masukin lemari es…rebes bisa disantap..tap..tap

4 comments:

Anonymous said...

makasih dah mampir mbak.. cabe mahal nian disana ? disini cabe merah sekitar 2.95 euro/kg. apa perlu dikirim cabe dr beladna nih. hehehe.

urusan banjir, disini dah mulai dipikir sejak jauh2 hari. krn kan temperatur makin tinggi, jd es suka mencair di gunung2 alpen, swiss. efeknya banjir di jerman, italie, dll. sungai di bld aja dah meninggi. takut jg lo.

di indo emang makin mahal ya mbak. hidup makin susah disana. disini jg sih, cm gak separah di indo.

krn di bld, ada sistem sosialisme jg, ada minimum gaji yg jumlahnya cukup untuk makan sebulan, dus tiap orang harus bisa makan. sistem keadilan sosial disini jalan banget, krn tiap orang harus bisa makan, punya hak untuk dpt tmpt berteduh, dll. dan perbedaan gaji tidak boleh significant banged, gak ada jurang gedhe antara kaya dan miskin.

untuk urusan hablul minna naas disini bagus. krn centraalnya adalah manusia, bukan tuhan. kl agama dah lama gak laku disini mbak.. sayang ya. mrk malah lagi bingun skrg ini, cari identitas. ujugnnya yg kena ya pendatang krn dianggap bikin ganggu harmonie dan nostalgie warna belanda..

pamali.. hehehe.. aku ini tetep bawa adat indo ke belanda kok mbak. gak ilang. salam.

inotpinot

Tiwi said...

Salam kenal Ewie, itu resep2 kreatip juga. yang penting enak di maem.

Btw, berapa umur Faiz? pasti lagi lucu2nya yach!

Ninis said...

Eh, Mbak Ewie posting resep :)

Aku mau yang udah mateng aja, Mbak ... hihihi ... Kirimin dong, Mbak :P

de said...

wah, untung ngga ada gambarnya. Bisa basah kibord saya nih. Ada cairan yg mengalir dari mulut. Deras sekali he..he..