Feb 13, 2009

Mainan Apa

Kasihan Fira, rebondingnya habis luntur, gara-gara rambutnya kesembur minyak tanah...deu untung gak ada sumber api deket dia...Selese dicuci rambut jadi keriting Mi..Dishampo lagi, lagi dan lagi... Setelah kering kayak mi kremes, lama-lama jadi kek sabut kelapa. Aku potong setengkuk biar nyisirnya gampang dan kalo mau bonding lagi lebih murah..soalnya pendek. Eh itu rambut protes, modelnya jadi seperti beringin bonsai..Terpaksa ke salon bwt ditrap biar tipis. Si mbak salon bilang kalao di pendekin lagi rambutnya jadi berdiri..ah masa seeeh kataku ngeyel, kan sambil ditipisin jadinya seperti di trap gitu.Karena aku maksa ya si mbak salon nyerah.kres....kres...guntingan main, yang kecil, yang gerigi keluar masuk rambut. Hasilnya tadaaaa, ups ..........Fira nangis guling

Aku bujukin nanti kita smoothing deh. Sekarang kalo keluar selalu ditutupin jilbab..biasanya cm kesekolah aja yg pake jilbab. ya sudah nanti dipanjangin lagi..asal bisa ngerawat rambut super keritingnya.

Tapi dasar masih anak-anak lewat beberapa hari udah nggak mikir soal rambut kribonya lagi, sekarang asyik main boneka . Dipojok rumah dimana saja. Kadang di pojok ruang tamu yang sepi, dikamar,diruang tengah. Teman sebayanya sudah yang janjian ke mall,nonton lah, makan di restoran Fira kok masih main boneka. Seperti kemarin sibuk mungutin perca mau dibuat baju boneka. Kreatif sih tapi sampahnya gak tahan. Dikotak A bahan pink, dikotak B benang rajut sisa, di kotak C penuh pita-pita dan tali, dikotak D saputangan dan kerudung segi 4 ku yang tak terpakai.

Beda dengan Fira yang sudah kelas 6 masih betah main boneka, Faiz adenya cowok suka main mask-masakan.ala koki cilik. Kejadiannya gara-gara Faiz dibawa ketoko mainan. Disitu kami akan beli kado kawan sekelanya yang ulang tahun. Aku tawarin mobil-mobilan untuk kado 1 untuk Faiz 1.Maksudnya yang kado bisa diserahkan ke temannya. Takutnya kalu dibeli satu Faiz gak ngasih temannya bisa runyam urusan. Kado sudah dibungkus cantik, mobilan faiz juga sudah masuk kantong plastik Faiz belum mau beranjak, masih megangi mainan masak-masak warna pink dan biru.Aku bujukin itu punya anak perempuan, Faiz laki-laki mainannya mobil dan bola. Faiz gak mau tahu, masak-masak tetap dipegang erat malah mau dibawa kabur. Ya sudah, mobilan yang diplastik dikembalikan Faiz boleh bawa mainan masak-masak pulang.

Sampai sore Faiz asyik menyusun piring,cangkir, kompor dan peralatan masak lain termasuk setrikaan beneran. Berperan sebagai koki atau kadang jadi tukang sate, ataulain waktu jadi tukang baso. Sore Bang Fiki pulang sekolah langsung protes mainan apa yang dimainkan Faiz. Malamnya juga dapat protes keras dari hubby. Takut Faiz bertukar orientasi. Sampai malam mainan tsb tidak boleh disimpan dikotak. Tetap disusun diatas meja menggambarnya.

Besok pagi saat kesekolah, Faiz ingat hari itu ada ulang tahun temannya dan harus bawa kado. Saat itulah tragedi yang aku khawatirkan terjadi. Waktu kado aku masukkan ke tas Faiz nagih mobil yang sore kemarin, aku jawab kan sudah diganti main masakan.Waduuuh Faiz tetap menginginkan mobil tsb dan mogok gak mau menyerahkan kado. Sampulnya dibuka mobilnya diambil. MAu nyari dimana lagi kado pagi-pagi, akhirnya terpaksa dikasih angpaw saja lengkap dengan pita - pita koleksi Fira

Jan 21, 2009

KAMBING MANDI

Chat lucu ma Mery. Apalagi kalo bukan urusan berburu si Boy. Heboh dari info dia jadi dokter, eh ternyata adenya yg dokter, sampai kemungkinan kena HIV…haha ngawur.Perburuan masih terus berlangsung.

Janjian mau chat entar sore dg Dewi terganjal Faiz yang pengen manja-manja terus. Ngajak bobo siang, nonton kartun, abis itu ngobrolin sumur bor yang bikin aku tambah bete ngedengernya…Sumur bor, selang, kambing Eva..disitu terus berputar-putar…

Faiz:“ Dimana pak ngah kerja”
Mm: “bikin sumur Bor”
Faiz : Kenapa bikin sumur bor
Mm : “ Supaya orang punya air, Pak ngah dapat dui t”
Faiz : “Kenapa dapat duit”
Grrrrr: ngantuk
Mm : “ Buat beli beras, ikan, telur”
Faiz : “kambing”…..(Pak ngah disamping usaha sumur juga berternak kambing)
Mm: “Iya,…kambing juga”
Faiz: “ Untuk Eva” (anaknya pak ngah)
Mm : “ iya,…bobo yuk”
Faiz : “ Kambing Eva dah banyak mi 3,4,5….anaknya,,,mana papanya”
Mm :” Itu yng bulu coklat” (ngarang)
Faiz : Kambing Eva hitam, nanti dimandikan pak ngah supaya wangi, pakai selang”
Mm : “ho oh…”.mulai fly
Faiz : “ Faiz??”
Faiz : " Tadi pak ngak kerja sumur...kenapa kerja sumur"
Mm : " buat aaah" (nguap)
Faiz : " Beli kambing...kenapa kambing eva bau..bau potong sapi" (Faiz masih takut dengan acara kurban yang lalu)
Mm ; “ Faiz …i…ya aaah mandi”
Faiz : ……………….diam………………..

Bikin aku terlompat bangun, setelah lama hening, Faiz lagi berendam……………..mandikan kambing katanya…Faiz sendiri yang jadi kambing…basah kuyub……
Setelah melihat kalender yg ada tanggal merahnya, kantor berubah riuh. Usulan jalan-jalan ke danau Toba disambut meriah. Anggaran disusun,Proposal diajukan. BRAVO ! Pimpinan setuju...tralalalili ....tapi rutenya berubah ke Sumatera Barat. oh kampung halaman ku...padahal aku kepengen ke Medan...

Tiap hari pembicaraan akan kegiatan yang akan dilakukan seperti out bound, lomba anak-anak dan shopping. Pagi ngumpul sebentar dibagian penerimaan pendaftaran anggota...konsep berubah lagi, yang tadinya dibuat bagi karyawan saja menjadi sebuah gathering family. Nginap di cottage dan memakai kendaraan pribadi buat konvoi.
Apa daya sampai hari ini kami belum dapat penginapan untuk di Padang, karena hotel-hotel sudah habis dipesan. Katanya karena ada kunjungan Jusuf Kalla.Dari 5 mobil maximum yang akan berangkat menjadi 6. Tapi siangnya berubah lagi karena beberapa teman harus mengikuti workshop.Gila nggak , workshop dadakan yang diadakan di hari Sabtu sampai jam 6 sore....Infonya baru saja 1 jam yang lalu. duhkacau...ada yang mau sabotase neh...Untung aku bukan yang didaftar buat mengikuti workshop.
Kami sudah promo ke teman-teman yang masih ragu berangkat. Bahwa disana akan asyik, pesta jagung bakar, pesta pantai dan .....1 anggota cilik berhasil dijaring. Salah satu keluarga karyawan ini berniat untuk menonton offroad di hari Minggu. Tidak perlu perjuangan keras, rayuan pulau kelapa telah dilancarkan pada si kecil . Tunggu saja reaksi ayahnya.Wah semoga acara kali ini berhasil dilaksanakan

LEGA

Setelah jengkel dan dendam kesumat yg berkepanjangan, akhirnya aku mencoba ikhlas dengan apa yang terjadi dan yang mereka lakukan pada kami. Yang jelas aku mundur dari organisasi tsb yang ga jelas juntrungannya karena beralih kepengurusan.

Lebih enjoy karena memaafkan ternyata lebih menyenangkan, pikiran dan perasaan lebih plong...lega, seperti telah mengikis karang gigi..lebih enteng dikunyah.

Aku tidak perlu pura-pura mendoakan supaya organisasi tsb lebih baik. Yang terjadi terjadilah. Semua yang ada kaitannya dengan aku telah diselesaikan..kami tidak tersangkut apapun, itu yang lebih penting..Jika ada uang ku yg belum sempat diganti, tetap ku anggap PIUTANG..yang penting aku tidak ada HUTANG.

Semua apa yang kita terima merupakan bagian dari coretan-coretan kehidupan . Seperti yang juga sering tercatat di ceritaewie

Jan 7, 2009

Long Year End







Family Trip kali ini lagi-lagi ke Sumatera Barat. Kunjungi West Sumatera sangat menggoda. Hampir semua tempat indah buat dikunjungi. Sawah yang indah bertingkat- tingkat,yang menghampar dengan pematangnya berkelok-kelok, danau biru yang elok serta pantai dengan ombak yang bergulung-gulung, Lembah,ngarai air terjun.

Trip diawali dengan perjalanan ke Danau Maninjau. Dari Bukittinggi jalur Padang Luar –Balingka –Matur. Melewati pinggang gunung Singgalang.Hawa sejuk kota Bukittinggi membuat perjalanan ini penuh suka cita, kebetulan cuaca cerah langit biru jernih, cahaya matahari memantul pada sungai kecil dan kolam-kolam ikan disepanjang jalan. Sawah –sawah baru saja dipanen meninggalkan aroma jerami yang dibakar. Memasuki Matur hawa makin dingin, bunga-bunga dahlia warna-warni ditiap halaman rumah. Labu yang besar-besar dan kacang goreng jadi cirri khas kedai-kedai yang berjejer di pinggir jalan.

Kami berbelok kea rah Puncak Lawang. Disana tempat diadakan OlahRaga pralayang karena tempatnya diketinggian dengan angina yang berhembur kencang. Brrrrr dingin. Kami serasa akan diterbangkan angina kea rah lembah dan menyusup ke dalam danau. Di Lawang ini terkenal akan industri gula tebu dan saka (gula merah) . Perkebunan tebu yang luas dan industri rumahan yang dikelola secara tradisional. Aroma gula caramel juga menjadi cirri khas daerah ini. Kuali besar berisi caramel yang meletup-letup, harum . Seekor kerbau berputar-putar pada sebuah kayu yang ternyata berfungsi untuk meremas tebu. Bagi yang ingin melancarkan adrenalin bisa olahraga Paralayang di puncak bukit terbang kearah danau Maninjau.

Udara yang begitu menggigit membuat perut mulai terasa lapar. Mengingat perjalana akan berbelok-belok di kelok 44 kami urung makan mie rebus hangat yang dijual di kedai setempat. Kopi panas jadi cepat dingin kalau tidak segra diseruput. Cemilan kami hanya kacang goreng dan kerupuk bawang, segera ludes diserbu. Puas menikmati angina dan pemandangan indah kami melanjutkan perjalanan.
I
Faiz mulai tertidur setelah bernyanyi-nyanyi riang. Ada yang lucu waktu kami keluar dari kawasan Lawang. 2 orang wanita berjalan dipinggir jalan mengenakan jeans hipster atau celana pensil biasa anak-anak menyebutnya. Bodi kedua wanita ini lumayan aduhai, aku membatin. Ketika mobil kami mendekat yang seorang menoleh karena paling dekat ke kendaraan lewat. Fikri si abg ku spontan ….” Wuih giginya….” Aku susah payah menghentikan tawa karena dalam hati aku membayangkan dari belakang wanita ini keliahatan cantik (keren) depannya , alamak gigi –gigi seri mencuat kedepan. Dasar anak cowok langsung komentar aja. Jalan berkelok menurun sebanyak 44 belokan, tak terasa lama karena pemandangan yang indah dihadapan kami. Danau yang membentang biru indah. Sawah bertingkat dengan padi menguning bertingkat-tingkat. Dipinggir jalan selalu dipasang adengan 20 tahun yang lalu, sewaktu jalan ini masih sempit hamper tiap tahun ada bus y ang terperosok ke jurang. Karena hubby yang nyetir hati-hati dan pelan taidak ada anak-anak yang mabok. Semua , kecuali Faiz yang terlelap mengitung satu persatu kelok sebanyak 44.

Di Danau Maninjau cuaca yang tadi cerah berubah hujan, sehingga kami tidak bisa bermain-main dipinggir danau. Makan siang di ujung danau kearah sungai antokan. Palai rinuk (pepes ikan danau yang kecil-kecil seperti teri), dadar rinuak serta makanan serba ikan danau. Hujan masih mengiringi kami hingga memasuki Lubuk Basung. Mampir dirumah nenek ku atau nek buyutnya anak-anak. 30 menit berikut kami meluncur di jalan raya yang mulus kea rah sungai limau, kampong leluhurnya hubby.Mampir lagi bersilahturahim dengan suami almahum kakak sepupu. Bernostalgia menceritakan penyakit kanker yang merenggut nyawa kakak sepupu. Kami tak ingin berlama-lama mengingat cerita sedih ini, dan mengalihkan cerita kepada saat bahagia beliau jadi kades 20 tahun silam .

Tujuan utama perjalanan ini adalah mandi sepuasnya di pantai Arta Sungai Limau. Cemara menyongsong kedatangan kami , ditingkahi lambaian daun kelapa menjulang bengkok. Debur ombak yang mengulung-gulung tak pernah berhenti. Siang itu pengunjung tidak begitu ramai. Penjaja udang dan kepiting mengerubungi kami,”memakasa” untuk membeli. Tidak enaknya jika kami beli ke 1 penjual, penjual lain yang masih anak-anak akan terus menerus menawarkan dagangannya untuk dibeli satu saja..Anak-anak berlarian ke laut menyongsong ombak, tapi takut-takut, karena ombaknya tergolong besar. Lompat sana lompat sini Faiz mengejar-ngejar umang. Tapi tak berani masuk ke air.Mendengar bunyi gemuruh ombak FAiz ternyata keder. Menjelang sunset kami berkemas karena takut terjebak macet di Lembah Anai. Kami tidak jadi mampir di Pantai Gandoriah Pariaman. Tapi langsung kearah Sicincin langsung menuju Bukittinggi. Hari mulai remang sore, tapi kendaraan tidak begitu padat yang berarti di Silaingtidak akan macet. Faiz pulas lagi dalam perjalanan ini. A

Anai resort telah tutup, padahal kami ingin melongok sebentar. Sampai di air tejun Lembah Anai, kami berhenti. Suasana mulai gelap tapi kami tetap masuk kearah air terjun. Wah suasana nya berbau magis..dingin percikan air terjun dan beningnya air kolam Anai, memancing untuk disentuh… dingin bagai air es. Cahaya berpendar disekitar air terjun, yang jatuh pada kolam bebatuan dan terus mengalir ke sungai yang juga penuh batu-batuan. Istirahat di Padang Panjang untuk shalat magrib dan menggasak sate.. ditemani kerupuk kulit yang ukurannya sebesar piring, kriuk-kriuk di oles kuah sate yang kuning kunyit sedikit pedas. Tapi rasanya hmmm yummy, pegen nambah lagi kerupuknya. Puas makan sate tujuan kembali kerumah di Bukittinggi, tapi ups kenapa buru-buru…di Koto Baru ada yang jual kue bika bernama Bika Mariana yang terkenal. Cara memanggangnya unik tidak menggunakan oven, tapi periuk tanah liat dan dibakar di bara api. Sayang alas kue ini tidak dari daun jati lagi tapi daun pisang sehingga aromanya tidak semerbak biasanya, tapi rasanya masaih gurih. Paduan tepung beras dan kelapa mudah. Udara dingin makan kue bika hangat, cocok sekali

Anak-anak ingin melihat Jam Gadang diwaktu malam, apalagi ada kabar jam gadang akan diberi selimut karena Walikota/pemda setempat tidak mengizinkan acara tahun baruan di Kota Wisata ini.Khususnya diarea jam gadang. Sorenya akses kendaraan kearah pasar ditutup. Ada beberapa persimpangan yang ditutup dan dijaga ploisi menyebabkan kami harus memutar dan mencari jalan tikus untuk bisa sampai ke rumah. Aneh juga melihat ada acara tahun baru Masehi dikota Bukittinggi. Selebaran dibagi yang isinya larangan berbuat maksiat,berdua-duaan, perbuatan tidak senonoh. Bagus sih tapi mestinya tempat-tempat yang memicu perbuatan mesum ini segera dirazia. Tapi memang suatu yang sudah jauh berubah pada peradapan remaja kota kecil tsb, dimana muda-mudinya dengan tanpa malu-malu berpelukan didepan umum..yah buah dari kemajuan kota.

Dec 25, 2008

FACEBOOK I'm coming

Tak ayal lagi, aku segera bergabung. Hore bergabung…bergabung. Seperti kata Dora. Facebook…halah….ajang narsis dan apa sih hebatnya. Tapi itu dulu sebelum aku periksa dalam..hihi kaya penyakit aja. Dewi teman SMA ku beberapa kali ngajak gabung di facebook. Iming-iming bakal ketemu teman lama yang tak terduga. Pas saat memeori ku berkelana ke teman-teman SMP yang baru saja reunian di Taman Ria Senayan dan memajang foto2 di millis..Tanpa diminta 2 kali aku langsung Sign Up… Hasilnya bikin betah tuuuh.

Teman pertama ku Dewi tentunya, dan dia yang nuntun ke teman-temannya juga, temasuk suaminya. Sama suami Dewi sih aku risi bwt sok akrab…setelah berteman ya sud aku gak berani komentar,…jaim dong jreng…

Berikut aku melanglang buana nulisin nama teman-teman yg sudah lama hilang,.. Ria, Efni,Renty,Boy ..Pada Boy aku tidak menemukan teman yang kucari…tapi aku temukan gambar “ belalai si boy”…..Maksud loe!?....itu tuh… gila ya..iseng kok kebangetan.

Belon pas juga kok ada yang nyangkut ya FB …aku nemu Ria tapi masih ragu karma yg difoto profil 2 orang anak kecil.Setelah aku tinggalin pesan…...Positiv!..Ria Salimin teman kuliah dulu. Ria…Ria kita sering pisah dan jumpa lagi…Waktu kamu pindah ke Bandung..aku cariin sampai ketemu…Balik ke Pekanbaru setelah tamat, kita ketemuan lagi . Setelah menikah dan tinggal 1 kota di Pekanbaru kita malah jarang kontak. Aneh. Nah sekarang aku malah heboh nyariin kamu.

Dan yang terakhir yang aku jumpai…alammaaaak….tetangga sebelah rumah di kampong halaman..Bukittinggi. Emilka Bias. Walah Mil, muka mu kok penuh bulu gitu, eh tapi miriiip banget sama alm. Papa mu yang guru les B. Igs ku.. Dulu kalian adik kakak Emil dan Yudi sering lomba nyanyi dan nyanyi duet di rumah…untung suara kalian bagus, duetnya juga kompak….kalau tidak tak lempar rumah kalian…lah wong atap rumah kita deket. Suara panci,sendok dan piring kompyang aja kedengeran. Seru kalau bulan puasa, sahut-sahutan piring hehehehe …….Kalau diingat dulu kayaknya kita lumayan deket…

Teman-teman baru bermunculan yang ada kaitan dengan teman sebelumnya. Ada Meri temannya Dewi. Kenalan…ku amati fotonya..baru ngeh ternyata teman TK..yang dulu berkasus jatuh dari ayunan sehingga kepalanya dijahit sampai rambutnya di gundul…wah bangga deh aku masih ingat detilnya, ternyata otak ku mayan menyimpan memori ya. Jelas deh FB emang ajang narsis…segala foto di masukin dg harapan dikenali…komentar teman (teman lama ) seru-seru…palagi yang ada mantan disana, termasuk….saat aku mulai mencari , teman smp ku yang tak terlupa.

Oh malunya hati ini bila kuingat saat itu
Kami hanya saling memandang
Dan terdiam terpaku…………..by Vina

SAKIT HATI

Kami shock mendengar berita bahwa kami didepak dari tim. Bayangkan berbulan-bulan nama kami bercokol pada daftar kepanitiaan....aku bendahara 2 merangkap di kostum dan mk up. Selama 2 bulan terakhir kami menemani tim untuk TC dan LAtihan Intensif..Dengan siswa juga sudah sangat akrab..KAmi sudah packing segala sesuatu dan daftar perbaikan kostum lengkap dalam catatan.Konser pamit usai..Keberadaan kami pun usai.Kami tidak dibutuhkan lagi. Yang dibutuhkan adalah HERCULES…RAMBO..SUPERMAN atau KI JOKO BODO…

Dalam kehidupan berorganisasi baru kali inilah organisasi paling bobrok yang pernah aku jumpai. Bukan karena aku disakiti oleh pengurus, tapi kenyataan demikian. Bongkar pasang pengurus sejak awal kepengurusan. Saat-saat keberangkatan sudah diujung mata..Saat tenaga dan pikiran sudah tercurah…tak ada pertimbangan akan apa yang telah kami buat…Mereka tinggal show dengan segala sesuatu yang telah kususun…ada bintang lapangan yang Cuma tebar pesona saat kami penuh keringat mengepak barang…menghitung ulang sepatu, kostum….mengatur konsumsi buat latihan..bergadang menemani siswa….si bintang lapangan dengan jaket kulit berpangku tangan mangut-mangut memuji cara kerja kami atau kebodohan kami…
Si Manis yang baru muncul 2 hari..mendata obat-obatan, si Bapak tangan saku seperti yang diolok siswa siswi…sakit hati ini kalau ingat perlakuan kalian pengurus tengik. Apa tidak ada jalan lain mengatasi masalah……demi gengsi “C” menginap di Htl Bintang 5 menggunaan EO yang prestisius…sementara hutang catering yang paling murah harganya tak terbayar….Tinggalkan kami dikejar hutang…kemana

Dec 9, 2008

Potong Sapi

Sejak Sabtu Faiz sudah berencana mau liat acara pemotongan sapi Qurban. Wah hebat juga nih Faiz sudah paham hari raya Qurban, naik haji ke Mekah..dan sekolah libur. Sepanjang hari itu saja bahan pembicaraan. Minggu terlalu lama.... waktu aku berkutat di dapur masak buat buka puasa pagi setelah shalat Ied..FAiz ikut bantuin sambil nyerocos tentang potong sapi.


Akhirnya saat yang ditunggu tiba. Mandi pagi sendiri - (aku masih menata meja ), selesai mandi, dipakaikan pakaian Faiz tumben gak lari-lari. Ocehannya masih seputar libur dan potong sapi. Jam 10 kami (aku, Faiz & hubby) berangkat ke Mesjid. Disana sudah ramai dan sapi-sapi sedang di ikat di pohon-pohon sekitar mesjid. Pengurus qurban sedang membacakan nama-nama kel ompok peserta qurban dan regu pemotong..Sapi-sapi sudah diberi nomor. Aku termasuk dikelompok 2. Tapi sapi no 2 tidak ada. Anggota sudah lengkap, grup pemotong juga sudah lengkap. Tapi menurut pengumuman sapi no 2 ada masalah.. Waktu aku tanya ke seorang ibu yang sekelompok dengan ku, eh aku malah dibentak ..kalau sapi tsb ada di depan kami.


Masih heran antara informasi di mic dan dilapangan...aku mulai membaca niat dan berdoa, susah payah aku menahan air mata mengingat kisah nabi Ibrahim dan Ismail. Saat pisau mulai didekatkan ke leher sapi ..aku gak sanggup dan segera berlalu. Teringat Faiz langsung ke tempat dia awal, sedang digendong hubby..dan o-o air matanya bercucuran.. Ada ada apa ini?

menatap dari kejauhan



Ternyata Faiz ketakutan dengan sapi yang meronta waktu mau disebelih. Apalagi petugas berdarah-darah yang dikira Faiz habis ditanduk sapi. Proses penjagalan , Faiz gak ngeliat, kan jarak berdiri dan tempat jagal jauh...Sorenya daging qurban yang sudah diolah jadi sate dan sup tak dimakan oleh Faiz. Malam nya Faiz sering ngigau.....sapi....sapi. Begitu juga dengan bangun tidur. kata pertama yang diteriakkan SAPI.

Menu- menu lebaran tak jauh dari ketupat...

Ketupat pulut.............dalemnya gak matang





Ketupat sayur........


kok kayak cacing kremi

Ketan srikaya

Dec 1, 2008

YANG PUTIH ADALAH YANG CANTIK


Beberapa kali Sabtu Minggu ini, aku kebagian tugas mendampingi murid dalam TC untuk event Desember mendatang. Selesai latihan jam 10 malam, rumah yang disediakan buat nginap gaduh dengan teriakan2, bercanda ria dan bermacam tingkah remaja putri. Kali ini aku jaga di kelompok anak SMP & SMA yang centil-centil. Begitu datang, langsung antri ke kamar mandi.Bermacam perlatan mandi memenuhi kantong-kantong plastik . Bau harum sabun segera menguar diruangan.


Kami bertiga yang mulai terkantuk-kantuk harus tetap melek sampai seluruh murid selesai mandi dan segera istirahat di jam 12 malam. Tidak ada yang ngerumpi, curhat,sms an.Karena sudah capek latihan seharian gak ada yang ngeyel minta waktu tambahan buat sms atau ngerumpi. Yang ada mereka merengek minta lampu tetap menyala, AC full (dingiiin) hal-hal remeh yang tidak perlu ditanyakan. Maklum kami malam itu jadi emak nya.


Yang jadi perhatianku sebelum tidur dengan tubuh segar habis mandi mereka masih sempat mengoleskan body lotion, pembersih dan penyegar. Tapi hampir semua produk yang dipakai adalah yang iklannya untuk remaja. Tiap kamar sedang melakukan "ritual" oles-oles krim. Aku membandingkan saat masih remaja dulu..boro-boro kenal aneka krim muka, yang diketahui cuma bedak bayi doang.Tabur-tabur dari badan sampai ke muka dengan bedak yang sama.


Ada 2 anak yang membuat kami bertiga jadi bertanya...kok pakai merek "itu" anti aging...(teman-temannya yang lain usil menertawai pakai punya ibu-ibu)bukankah itu buat wanita usia 30 an, supaya kerut muka lama munculnya.Ada juga pemutih muka segala yang dipakai malam dan pagi secara teratur. Setelah kami tanya lagi nanti bisa ketergantungan dan efek kulit malah jadi hitam atau malah rusak, eh sianak santai aja jawab..


" emang bu kalau pakai produk kecantikan pasti ada addiktifnya, tapi daripada muka saya hitam, nanti gak laku "


Aduh sayang sekali ya , padahal cantik itu tidak selalu putih, mulus.. Kulit remaja itu yang penting dijaga kebersihannya bukan pakai krim ini itu yang harganya saja membuat kening berkerut..ah sayang aja, kulit halus begitu masih saja dirasa kurang puas..gara-gara iklan gencar mempromosikan cantik adalah putih


Nov 27, 2008

Ngalor ngidul Sore




Faiz sudah senang bersekolah. Tiap pulang sekolah ada saja cerita baru yang dibawa. Kalimatnya juga sudah lebih dimengerti.Walau masih cadel pada huruf r dan l, tapi sudah cukup jelas.Seperti minggu lalu


"Tadi Faiz tidak teman (musuhan) dengan Ifa dan Agil"


mam :"kenapa Faiz?"


Faiz:"dipukulnya" maksudnya Faiz yang mukul kedua anak ini..


Besoknya ..


Faiz: "tadi Nayla marah sama Faiz"


mam : "kok marah?Faiz ganggu Nayla ya"


Faiz : " aku coret"
Mam :", aku,siapa nak?"
wah pakai kata ganti aku nih
Faiz : "aku ...Faiz.."


Kemarin:


Faiz : "tadi disekolah Fira muntah, waktu baris.Kata mamanya Fira masuk angin karena gak makan"


Bicara dengan kalimat panjang dengan tepat dan jelas..Alhamdulillah, akhirnya Faiz bisa....

Untuk urusan mewarna, masih suka-suka, misalnya mewarnai bendera diberi warna ungu. Warna telur dibuat pink. Dari bermacam gambar yang harus diwarnai akan ditambah improvisasi ada selang dan saluran airnya...
Kalau ke sekolah sekarang gak perlu diantar sampai ketangan ibu guru ..cukup digerbang , lalu hup teman-teman menyambut Faiz bak superstar datang..FaIZ...Faiz, eh ternyata Faiz ngetop juga. Jelas..paling usil dikelas. Jagoan disekolah.Apalagi senjata ludah pamungkasnya.
Saking suka jailin temannya, papa Nayla pernah penasaran yang mana sih anak yang bernama Faiz.Setelah tahu orangnya ...Ooooh ini anaknya keciiil..(hehe paling imut).
Gini-gini Faiz punya teman special loh. Namanya Sabrina.Biar dibilang Sabrina cengeng, kalau ditanya siapa teman paling disayang? pasti jawabnya Sabrina. Siapa teman Faiz yang paling cantik? masih saja Sabrina.Yang paling baik tetap Sabrina. Yang paling nakal? AGIL! Secara Agil cowok saingan Faiz dikelas.lah mereka cuma berdua yang laki-laki.
Oh iya, Gaya pipisnya Faiz juga berubah..tadinya duduk/jongkok sekarang berdiri bikin air mancur tinggi. Dalam minggu ini sudah 3 kali ganti baju disekolah karena kena pipis.Belum tahu ya bu guru kalau Faiz masih suka pub dicelana? tunggu aja...

Nov 14, 2008

Dalam Busana Daerah











Sebagai selingan, aku menerima ajakan teman yang mengajar di sebuah sekolah ekspatriat, untuk membawakan baju daerah. Kebetulan tema pelajaran Bahasa & Budaya Indonesia untuk kelas 1,2,3,4 SD adalah Propinsi Riau. Disekolah tsb guru-gurunya asli dari sono. Teacher Aid alias pembantu guru nya adalah orang Indonesia yang secara administrasi masih satu manajemen dengan kami.

Jam 13:15 kami sudah berada disana.Sebelum masuk gerbang prosedur standar yang harus dilakukan adalah mengisi buku tamu dan membawa visitor pass. Sekretaris sekolah tersebut memperkenalkan kami dengan principle, seorang wanita paruh baya yang ramah. Ngobrol sebentar, bahwa kami membawa baju daerah untuk kelas Bahasa hari ini. Beliau senang dan berencana kelak akan mengadakan monthly event….mengenal budaya Indonesia melalui alat musik,tarian,pakaian dan makanan…Wah mantap lah

Teman ku yang guru Bahasa Indonesia minta untuk waktu shalat dulu. Selesai Shalat, kelasnya belum juga dimulai. Ngobrol sudah kemana-mana, apalag i minggu sebelumnya kami sama-sama menghadiri pesta anak teman sejawat.Berlalu 30 menit aku mulai keliling gelisah. Ibu Guru itu memperlihatkan media mengajar yang semuanya pendukungnya didatangkan langsung dari negri asal, Amerika. Untuk mencari medianya bisa dari internet berupa gambar-gambar yang di cetak lalu delaminating. Hampir semua dinding ditutup softboard berbahan busa yang dilapisi kertas dan diberi border. Untuk satu softboard satu tema. Misal Riau, disitu akan tepajang gambar baju daerah, tumbuhan,hewan dan kerajinan asli Riau. Softboard yang lain tema Sulawesi, terpajang gambar khas Sulawesi juga. Dan uniknya mereka juga praktek membuat kerajinan seperti membatik, dikerjakan dikelas begitu selesai hasil karya murid dipajang di koridor. Praktek masak juga dilakukan, tentunya masakan Indonesia dengan bumbu-bumbu asli.

Jam 14;15 terdengar langkah terburu-buru dan suara anak kecil riuh memasuki ruangan. Hampir semuanya bersandal jepit warna-warni, berkaos dan celana pendek.Ternyata kelas Bahasa baru dimulai jam 14:15,praktis aku 1 jam lebih awal. Alasan Ibu Guru itu karena kebiasaan orang Indonesia suka ngaret. Kalau acara dimulai jam 14 harus disebutkan 1-2 jam sebelumnya. Itu orang kebanyakan kali, Bu…
Dari 9 anak sudah dipilih 2 orang laki dan perempuan. Yang laki bernama Brandon, yang perempuan bernama Keith.Masing-masing kelas 2 dan 1. Mereka antusias, tidak banyak tingkah…dalam 10 menit pakaian sudah dikenakan, mereka memamerkan keseluruh kelas dan kepala sekolah. 5 menit berikut kedua anak ini sudah bergabung dengan teman lain membahas pakaian apa yang baru dipakai Brandon dan Keith.

Selanjutnya yang dipakaikan baju Riau adalah anak kelas 3,4. Berbeda dengan anak kls 1,2… model perempuan yang diledek kawan-kawannya akan menikah..mulai merajuk.Cemberut saja walau ibu gurunya sudah menanyakan apakah Jasmin (nama model ini) memang terpilih jadi model ….semua setuju. Tapi seorang anak bernama Emmily terus saja nyrocos, soal get Marry sampai honeymoon, wah jauh sekali jangkauan Emmily. Model cowoknya keren, kalau difoto langsung action..sering sekali mengeluarkan keris mainannya dari balik sarung..
Ada petanyaan dari Emmily kenapa orang mau menikah malah bawa keris?.....iya…ya kenapa hayooooo…
Melihat dekorasi warna-warni disepanjang koridor,aku berfikir kapan ya sekolah negri di Indonesia bisa didandani cantik seperti ini. Padahal kalau guru mau kreatif, gak perlu mahal ada internet atau teknologi canggih, dari bahan sisa saja masih bisa dipakai. Atau menggunakan daun kering untuk border sebuah papan pengumuman…papannya dilapisi kertas manila, diatas kertas manila ditempel pengumuman. Supaya isi pengumuman gak melulu peraturan sekolah yang kaku dengan kertas putih dan tinta hitam…tapi bisa ditulis dengan spidol diatas kertas spotlight atau kertas timah bekas kotak rokok….ah banyak cara murah dan meriah asal kreatif….begitu juga dengan media pembelajaran, gak harus CD interaktif…..kliping Koran bekas bisa kok.Buat laminating, siapkan saja plastic,kain dan strika….

Berkunjung ke sekolah tersebut sudah mewakili sedikit informasi metoda pembelajaran, tanpa harus jau-jauh study banding keluar negri..Tapi kalau ditawari study banding ke LN siapa yang nolak……………..

Nov 6, 2008

Demam YM

Tau deh tiba-tiba jadi keranjingan YM an...Awalnya teman lama SMA..ngalor ngidul pakai bahasa gaul (daerah) dari sore ampe malem.Berlanjut ke teman SMP...halah tambah semaput, dari kantor berlanjut kerumah...kadang di HP...



Dulu sih ga gitu 2 amat...palagi yg baru2 kenal, kalo nulis jaim, formil, 3 - 4 baris tamat...nah sekarang demam...benar-benar demam...
Heiran ya..udah mak-mak ginih masih bisa juga keranjingan YM, ngalah-ngalahin anak ku yg ABG ajah..Mereka aja gak gitu amat.

Puber? hehe gak lah, yg dibahas ya nostalgia, resep, cara mendidik anak. Yang di Millis ga tuntas berlanjut di YM..udah deh senyum-senyum ndiri, kadang ngakak...anak-anak bingung. Faiz dah gatal kalo liat aku lagi senyum2 sendiri gini...
" Mami gak boleh tenet, gila tau!"..teriak Faiz
Apa iya keik orang gila..????, kalau gitu Gila YM, bukan Demam YM,deh

Nov 4, 2008

Mengatasi Krisis Keuangan Rumah Tangga

Saat ini banyak ibu-ibu rumah tangga pusing. Bayangkan saja, hampir semua harga sembako naik akibat harga BBM yang melonjak pesat. Pekerjaan dengan pendapatan memadai sulit didapat. Banyak Industri dalam negeri gulung tikar. Akhirnya tidak sedikit para bapak yang di-PHK. Krisi keuangan keluarga pun terjadi di mana-mana; membawa suasana yang memprihatinkan bagi mayoritas keluarga Indonesia.
Secara umum, krisis ekonomi Indonesia menjadi pangkal persoalan utama krisis keuangan keluarga. Pemerintah RI menetapkan batasan keluarga miskin adalah mereka yang berpendapatan di bawah Rp 175 ribu/bulan, yang setelah mendapat kecaman dari masyarakat, kemudian dirinci lagi menjadi Rp 175 ribu/anggota keluarga. Jika batasan ini dipakai, maka dengan Rp 700 ribu, sebuah keluarga kecil (ayah, ibu dan dua anak) harus mencurahkan energi otaknya untuk mengatur keuangan agar dapat bertahan hidup hingga satu bulan. Itu pun jika anak-anaknya masih balita dan belum memerlukan biaya sekolah. Sebab, untuk bersekolah saat ini butuh uang banyak; ada uang pangkal, SPP, uang transport, buku, seragam, dll. Belum lagi kebutuhan rumah tangga rutin seperti listrik, air, pakaian, sewa rumah, minyak tanah, dll. Pekerjaan dengan pendapatan minimal Rp 700 ribu/bulan saat ini bukan hal yang mudah didapat. Sangat jarang. Saat ini saja, menurut data, paling sedikit 23 juta orang menganggur!
Penulis mencoba menelusuri jalan-jalan di sebuah desa, mengamati apa yang bisa dilakukan seorang ibu dengan hanya beberapa lembar seribu rupiah dalam genggaman. Sekiranya beras masih terbeli, itu adalah hal yang sangat disyukuri. Kurang dari itu di desa masih ada gaplek dan tiwul (bahan olahan singkong). Jika tak ada uang sama sekali untuk membeli lauk, setidaknya masih banyak dedaunan yang bisa diolah menjadi hidangan yang lumayan. Di pedesaan masih banyak ditemui daun-daun singkong, umbi-umbian, bayam liar, daun pepaya, talas dan batangnya yang muda, kelapa dll. Masih gratis untuk dipetik di tepi-tepi dusun. Jika beruntung, di selokan yang jernih banyak ikan-ikan kecil dengan kandungan kalsium dan protein tinggi. Masih banyak mataair jernih bebas polusi. Sebuah desa yang patut disyukuri.
Namun, apakah semua masyarakat Indonesia tinggal di desa yang subur? Tentu tidak. Masih banyak yang tinggal di daerah pegunungan kapur yang tandus, desa-desa di tepi pantai, daerah berawa, dan bahkan dik kota-kota besar. Rasanya tidak semua keluarga bisa berharap dari kemurahan alam. Nelayan tak bisa melaut karena solar sudah menjadi barang langka. Tak melaut berarti dapur tak ngebul. Di daerah perkotaan, tidak ada dedaunan yang bisa dimakan. Di daerah pegunungan tandus, setetes air pun menjadi barang berharga. Wajar jika busung lapar merajalela, dan kematian akibat kelaparan semakin membayang.
Seorang ibu mengeluhkan kondisi keuangan rumah tangganya. Pendapatan suaminya tidak cukup untuk keluarga dengan empat anak. Jangankan menyekolahkan anak ke sekolah yang memadai (apalagi yang berkualitas), makan sehari-hari pun rasanya kurang. Susu bagi balita sudah tak sanggup lagi terbeli. Baginya, kualitas gizi apalagi pendidikan sudah tidak terpikirkan lagi. Lantas bagaimana solusinya?
Berhitung Lebih Cermat
Krisis keuangan akhirnya mengharuskan para ibu rumah tangga perlu memiliki kemampuan berhitung lebih cermat. Bekerja di luar rumah sering bukanlah solusi yang tepat, apalagi jika memiliki anak balita.
Islam menetapkan tanggung jawab utama wanita yang telah berumah tangga adalah sebagai ibu dan pengatur rumah tangga. Perawatan, pengasuhan, pendidikan anak usia dini adalah hal yang dikorbankan ketika ibu keluar rumah untuk bekerja. Belum lagi urusan pengaturan rumah tangga yang masih menjadi tanggung jawabnya.
Untuk itu, hal yang pertama kali dilakukan ketika krisis keuangan melanda rumah tangga adalah menetapkan kebutuhan-kebutuhan yang menjadi prioritas. Beberapa langkah berikut bisa dilakukan para ibu:
1. Merinci anggaran untuk kebutuhan pokok sehari-hari seperti beras, lauk pauk, bahan bakar, listrik, air, dll; kemudian memisahkannya. Meskipun sedikit, upayakan untuk menabung. Paling tidak, untuk keperluan yang tidak terduga.
2. Menghilangkan kebiasaan jajan pada anak-anak. Kebanyakan jajanan sekarang gizinya rendah. Ibu harus membiasakan anak dengan makanan-makanan yang bergizi tinggi. Dengan asupan gizi yang baik, kondisi keluarga akan lebih sehat, tidak mudah sakit, kuat berpikir, dan mampu beraktivitas dengan baik. Misalnya, dengan uang Rp 500 rupiah, lebih baik anak dibelikan pisang dari pada snack jajanan anak-anak. Makanan alami lebih sehat daripada makanan instant olahan pabrik.
3. Perlu terampil mengolah menu hidangan yang sehat. Keahlian mengolah makanan sangat penting dipelajari oleh ibu (dan calon ibu).
4. Memilih tempat berbelanja yang murah untuk menekan anggarannya.

Jika Terpaksa Bekerja
Jika ibu terpaksa bekerja, hal utama yang harus dipikirkan adalah tidak meninggalkan atau mengabaikan tanggung jawab utamanya sebagai ibu dan pengatur rumah tangga.
Sering kita berpikir bahwa bekerja hanyalah di perkantoran, pertokoan, atau pabrik-pabrik. Padahal inti untuk mengatasi keuangan keluarga hanyalah mendapatkan tambahan pendapatan. Banyak upaya yang bisa dilakukan seorang ibu untuk memiliki tambahan pendapatan, sekiranya usaha suami sudah sampai pada batas maksimal. Penulis mengamati seorang ibu rumah tangga yang memiliki prinsip “Tidak perlu bekerja di luar rumah, tetapi memiliki tambahan pendapatan.” Dengan keahlian memasak, selain bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga, ia pun menjualnya kepada tetangga atau warung-warung. Dengan keahlian menjahit, ia bisa menjahit pesanan baju tetangga dan kawan-kawannya di sela-sela waktu luangnya tanpa keluar rumah. Ada juga ibu rumah tangga yang pandai berdagang. Sambil mengunjungi tetangga, kerabat, atau komunikasi via telpon, ia aktif menawarkan dagangannya. Cukup banyak aktivitas menambah pendapatan keluarga yang bisa dilakukan di rumah, tanpa meninggalkan keluarga.
Ada satu hal yang penulis lihat sangat menarik, yakni seorang ibu yang ingin menambah pendapatan namun juga tetap ingin menangani secara langsung pendidikan usia dini bagi balitanya. Dalam kondisi krisis keuangan ia pun menawarkan kemampuannya untuk juga mengasuh sekaligus mendidik anak dini usia kepada rekan-rekannya, kerabatnya, tetangganya, yang juga memiliki anak-anak balita. Mereka pun menitipkan balitanya untuk bermain dan belajar dengan arahan yang islami, tentunya dengan imbalan. Walhasil, para ibu dapat belajar PADU (Pendidikan Anak Dini Usia) yang islami, anak-anak balita terbina dengan baik, dan sang ibu yang mengalami tadinya krisis keuangan, kini memiliki tambahan pendapatan.
Kisah-kisah para ibu dalam mengatasi keuangan keluarga ini tidaklah untuk mengarahkan para ibu untuk bekerja. Ini hanya sebagai satu alternatif membantu suami untuk mengatasi persoalan keuangan rumah tangga. Bagaimanapun hukum bekerja bagi para ibu adalah mubah (boleh). Kewajiban menafkahi keluarga tetap ada pada suami/kaum laki-laki.
Kerjasama Suami-Istri
Beratnya krisis keuangan yang dihadapi keluarga akan terasa lebih ringan bila dipikul bersama oleh suami dan istri sebagai dua orang sahabat. Di sinilah pentingnya kerjasama, komunikasi, dan saling mendukung saat persoalan-persoalan mendera.
Istri yang tidak mengkomunikasikan kesulitannya dalam mengasuh anak, mengatur rumah tangga, dan mengelola keuangannya di saat krisis hanyalah memendam persoalan yang akan mencuat menjadi konflik dalam rumah tangganya.
Suami yang biasanya tidak terlalu tahu lonjakan harga-harga barang kebutuhan pokok, sulitnya mencari minyak tanah, tiba-tiba terkejut saat belum akhir bulan, uang belanja istri sudah habis. Bukan tak mungkin suami mengira, istrilah yang tidak bisa berhemat.
Dalam sebuah kasus, ada istri yang terpaksa bekerja membantu mencari nafkah, ia harus membanting tulang sejak pagi hingga menjelang petang. Belum lagi urusan rumah tangga sepenuhnya masih ditanganinya; menyiapkan sarapan sejak sebelum subuh, memandikan anak balita, menyiapkan keperluan anak yang sudah sekolah, menyiapkan keperluan suami dan dirinya sendiri. Ketika pulang kerja kerja dalam keadaan penat, anak-anak belum terurus, makan malam belum disiapkan, rumah masih berantakan, piring kotor berserakan, dan sang istri harus menyelesaikannya semuanya. Menjelang tengah malam barulah ia sempat membaringkan badan. Luar biasa lelah!
Sayang sekali, sang istri sering tidak mampu mengkomunikasikan kesulitannya dalam menangani rumah tangga, dan sang suami terbiasa memandangnya sebagai seorang super woman. Padahal persoalan-persoalan yang meruak dalam rumah tangga sebagian besar hanyalah karena tidak terjadi kerjasama dan komunikasi yang baik antar suami-istri dalam menghadapi krisis. Jika demikian, saling pengertian tidak bisa ditumbuhkan.
Rumah tangga yang dibangun bersama akan berjalan baik jika masing-masing merasa memiliki. Istri akan rela membantu suami mengatasi krisis keuangan, karena bukankah suami dan anak-anaknya adalah bagian dari rumah tangganya juga. Suami ikhlas membantu saat istri penat mengurus rumah tangga dan anak-anaknya, karena bukankah mereka adalah orang-orang yang berada di bawah pengayoman dan perlindungannya. Komunikasi dan kerjasama antar keduanya selayaknya lebih baik dari dua orang yang bersahabat.
Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya perempuan adalah saudara laki-laki. “ (HR Abu Dawud dan an-Nasa’i).
Tetap Istiqamah Mengemban Dakwah
Sering krisis keuangan dalam rumah tangga menjadi alasan untuk meninggalkan kewajiban mengemban dakwah. Tidak hanya para ibu, tetapi juga para bapak.
“Nanti sajalah, saya akan aktif kembali berdakwah kalau masalah keuangan beres,” demikian alasan yang sering dilontarkan. Padahal tak ada yang tahu, kapan masalah keuangan akan selesai. Sungguh tepat, bahwa hal yang mampu melepaskan diri dari berbagai krisis hanyalah tetap teguh mengemban dakwah. Seorang kawan menyampaikan nasihat, “Dalam keadaan sesulit apapun, tetaplah berjuang mengemban dakwah Islam. Para sahabat Nabi saw. dalam keadaan teraniaya, tersiksa, menderita lemah dan lapar, mereka tetap teguh dan semakin bergelora untuk memperjuangkan kemuliaan Islam. Sebab, mereka yakin, pertolongan Allah sangat dekat pada hamba-hamba-Nya yang menolong agama-Nya.”
Keteguhan pasangan suami istri untuk tetap menolong agama Allah, dalam kondisi krisis keuangan akan membantu mengokohkan iman, melapangkan hati, melahirkan keikhlasan dan menguatkan tawakal. Krisis ekonomi rumah tangganya justru membuat dirinya semakin dekat dengan Allah. Alangkah berharga nilai keimanan di saat krisis.
Dalam keadaan hati yang ikhlas dan lapang, berbagai ide kreatif untuk menyelesaikan masalah, insya Allah, akan mudah digulirkan. Bandingkan dengan hati yang terbebani dan perasaan yang selalu merasa menderita. Perasaan semacam ini hanya akan membuat pikiran terasa sempit, akal tak lagi bisa berpikir jernih, apalagi bertindak produktif. [Lathifah Musa]


Sumber http://hizbut-tahrir.or.id

Oct 17, 2008

Kerja...kerja...kerjaaa

Seminggu setelah lebaran suasan kota Pekanbaru masih sepi. Tetangga ki ka masih mudik.JAdilah kita yang ga mudik jadi satpam, ngidupin lampu teras titipan tetangga. Senin tgl 13 anak-anak baru mulai sekolah, aku juga mulai ngantor.

Buka email dulu pastinya ya...ah sepi. coba OL sama teman SMA masih Off.Tapi bawaan cuti masih kebawa ampe sekarang. Teman yang lain juga gitu..padahal Hari Raya Idul Fitri sudah hampir 3 minggu berlalu, dikantor masih aja pengin berhari raya dari rumah ke rumah...nyolong waktu istirahat makan siang ke rumah si A,B,C.Asyik juga..ada yang nyuguhi nasi komplet, ada yang bakwan,ada yang soto pokok e ..berkunjung dan yg paling asyik itu nyempetin waktu istirahat..baliknya yg tergopoh-gopoh hampir telat itu yang bikin seru.

Kembali ke meja kerja...uhuuu huh huuu,..PR menunggu. adduh syusahnya ngembaliin mood lagi. Bawaannya kok masih mmmualllesh...sigggh...

Oct 8, 2008

Iedul Fitri


Minal Aidin Wal faizin, maaf lahir dan bathin...






Lebaran kali ini aku merasa paling buruk selama 10 tahun terakhir. Obat habis, sementara dokter obigin cuti berlebaran . Tanpa obat artinya aku mulai dari nol lagi. Betul saja..show nya makin deras dan menggumpal-gumpal.Sakiiit sekali sampai aku keringat dingin. 1 dan 2 Syawal, terpaksa diatasi Ponstan spy bisa terima tamu dan berkunjung ke sodara… Rasanya tersiksa harus bolak balik toilet. Rasa BAB tapi trus ngucurr. Hari ke 3 Syawal mood ku makin memburuk. Rasa tertekan, sedih dan marah.. aku bersembunyi di balik selimut seharian. Denger suara anak-anak becanda saja aku bisa marah. Gak bisa dibiarkan, aku berfikir cari dokter lain, laki-laki pun tak apa.
Jam 10 aku berangkat ke RS yang pasti dokternya tidak cuti berlebaran. Kalau nunggu dokter praktek kelamaan nunggu sore. Untung ada dokter obigin cewek. Langsung curhat dan USG ke 3..Hasilnya rahim aku baik2 saja..gak ada kista,myom atau endometriosis apalagi tumor…spt yg aku kuatirkan..Padahal dokter yang sebelumnya juga bilang bahwa aku baik-baik saja, hanya ketidak seimbangan hormone. Dasar akunya yg negative thinking, makanya jadi kek orang sakit parah, ampe badan kurus,lemes.Bikin kue pun jadinya ancur..Lapis Surabaya , selembarnya seperti bolu gulung siap digulung, saking tipisnya..black florest jadi brownies.

Alhamdulillah di dokter ke 3 menemukan cara mengatasi pendarahan ku yang pas. Aku liatin contoh obat yang diberikan dokter sebelumnya dan apa pengaruhnya. Terus aku diterangin juga pengaruh obat yang diberikan dokter ke 2 begini…bla.bla…. Aku sih gak peduli apa dan kenapa hal ini terjadi…untuk saat ini yang aku butuhkan haid ku berhenti..titik!

Akhirnya aku bisa normal kembali..Keliling ke daerah-daerah di Riau dengan suka cita. Mood yang baik, bisa senyum lebar dan menikmati apa yang dilihat, apa yang dimakan, dan tertawa geli mendengar lelucon ke 3 anakku…Its ME…..I’m coming.

Saat Iedul Fitri inilah momen paling tepat buat silahturahim dengan familjam yang tingga di daerah lain. Kami berangkat jam 6 pagi.dari Rumbai.memutar ke Pangkalan Kerinci…4 jam ke Siak.Padahal kalau dari Rumbai bisa 2 jam melalui Perawang. Karena takut antri di Penyebrangan kami milih memutar. Gak tau nya jalan pkln Kerinci rusak berat. Kiri kanan kebun sawit, jalan bergelombang dan lobang menganga..

Istana Siak sudah dipenuhi pengunjung. Tempat penitipan sepatu sudah penuh. Kami melihat dan menikmati sejarah dari benda-benda yang ditinggalkan. Kental sekali pengaruh Eropa pada kerajaan Siak. Hanya sedikit barang yang asli Melayu, seperti talam . Sementara perabotan makan, furniture, lampu gantung kristal sangat Eropa.Begitu juga dengan kendaraan yang terdapat pada foto-foto…ada kereta kuda, mobil …hamper saja aku berfikir…dari foto-foto yang dipajang, bahwa yang kulihat adalah kerajaan Belanda..bukan Sultan Siak…Soalnya ada yang bernama datuk long putih wajahnya campuran Eropa. Dan juga ada foto suaminya artis Lyra Virna (Erik…..) sebagai keluarga penerus kerajaan Siak..Tapi kok berwajah Arab ya Sultan Syarif Kasim dan Permaisuri adalah melayu asli..Konon Istri terakhir Sultan adalah wanita keturunan Arab. Tapi mereka tidak dikaruniai putra.Sepeninggal Sultan, jandanya menikah lagi dengan pria Arab dan puny a beberapa anak. Sultan sendiri tidak punya anak dari semua istrinya karena konon( lagi) beliau di vasektomi.Walahualam

Dari Siak kami ke Sungai Apit, menghadiri pernikahan anak sepupu suami..Disana kami sudah punya cucu.ponakan saja ada yang seumuran dengan ku..Mereka (ponakan) memanggilku kakak bukan tante..Makanya yang jadi cucu bingung harus panggil apa… OMA? Atau NENEK? …hihi..bikin Fira ngamuk maminya dipanggil nenek.
Perjalanan ke Buton, balik lagi ke Sungai Apit, menyebrang Feri ke Beng kalis. Perjalanan ini hamper sama saja hanya ada sawit, jalan berdebu plus berlobang dan pipa minyak sepanjang jalan.Bebeberapa kali nyebrang sungai dengan Feri…ah Riau masih jauh…untuk daerah minyak se kaya ini, masih jauh dari maju. Tak ada penerangan jalan, jalan –jalan rusak, tak punyan mbatan (kecuali jembatan 2 M nya). Pulangnya kami ambil jalur Perawang lebih cepat. Baru saja keluar feri kami dihadang hujan lebat dengan petir sambung menyambung.Kasihan Faiz ketakutan. Kami semua cemas, berpapasan dengan truk gede ngangkut kayubalak ke Pabrik Kertas Indah Kiat. Eh di Rumbai-Pekanbaru malah ga hujan.










Sep 22, 2008

Hiperbola, huh konyol

Memasuki hari-hari pengampunan. 10 hari terakhir adakah diantaranya ku temukan malam seribu bulan?

Ramadhan kali ini memang penuh ujian buat ku..20 hari kulewati dengan haid terus menerus.. Tentu saja untuk shalat aku berkali-kali harus kebelakang bersuci. Karena haid lebih dari 15 hari tergolong penyakit., maka aku sempatkan shalat jika tidak terlalu banjir. Kadang Cuma flek, kadang banjir… Ke dokter sih udah aku diberi obat hormone tanpa penjelasan. Tapi obat tsb harus habis walau darah tidak keluar lagi. Tiga hari meminum obat, darah berhenti aku lupa minum obatnya 2 kali. Akibatnya belum sepuluh hari minum obat keluar darah lagi. Mula sedikit, merah jambu. Besoknya lebih lebar.. terus sampai 4 hari. Makin lama makin banjir.. Aku cerita sama teman. Duh tambah ciut jadinya. Ada yg bilang tanda mau menopause lah, gejala kanker servic hiii ngeri. Harus dikurretage, dan yang lebih ekstrim pengangkatan rahim..alamaaak.
Sejujurnya aku memang udah punya pikiran macem-macem.. Semua uang Yayasan telah aku bukukan. THR dan gaji guru MTS & Mda telah aku amplopkan. Semua catatan hutang piutang aku bereskan. Begitu juga dengan polis asuransi pendidikan telah aku susun satu map. Pada anak-anak jika mereka nakal aku sedikit mengancam kalau masih nakal juga siap siap aja gak punya ibu… (berlebihan ). Begitu juga dengan urusan kue lebaran, aku kejarkan sebelum kedokter dan mendengar keputusan dokter aku siapkan dulu. Jika terjadi apa-apa anak-anak masih bisa berlebaran .
Aku bikin kue seharian penuh , waktu aku ditegur suami aku bilang demi keluarga karena siapa tahu aku tidak jumpa Syawal dan Ramadhan berikut
Berdoa? Jangan Tanya berapa lama ….lamaaaaa sekali aku memohon jangan sakit berat apalagi sampai meninggal sekarang.. Ya Allah aku tidak siap…
Konyol gak tuh????. Positiv nya memang lebih baik kita berfikir akan mati besok spy kita selalu dalam keadaan siap. Tapi berusaha seperti kita akan hidup lama

Aku cari dokter specialis Kebidanan bergelar Profesor , kali ini aku tidak pakai dokter perusahaan, biar bayar sendiri gak pa apa. Sayang Profesor sedang umrah terpaksa ganti yang lain yang Doktor sepertinya meyakinkan… Perempuan berbadan subur. Aku dah siap-siap jika ada periksa dalam. Hii kebayang waktu pasang spiral 12 tahun yang lalu, bunyi tang dan apalagi . Eh ternyata salah, aku di USG sambil dokternya menjelaskan ukuran uterus ku normal. Kasus seperti ku terjadi juga pada banyak wanita lain yang berumur 35 sampai 50 tahun. Adakalanya tidak terjadi ovulasi, dalam 12 bulan terjadi 1 kali sehingga tidak terbuatnya hormone progesterone…. OOOh kesimpulannya ada gangguan hormone gitu deh. Mengingat hormone ini terbentuk dan bekerja sejak umur 12 thn jadi kira2 27 tahun telah bekerja untuk ku. Wajar dong sekali-sekali ngadat. Wah gimana dengan jantung, paru, ginjal dan hati yang telah bekerja 39 tahun lebih , kalau yang ini jangan sampai ngadat deh..

Aku liat sendiri seorang teman tiba-tiba saat akan dioperasi parunya ngadat. Akhirnya operasinya dibatalkan. Gak taunya dialam paru sudah penuh cairan. Duh seperti orang tenggelam gelagapan mencari udara (oxygen). Biar tabung full dimasukkan lewat hidung, masih juga belum bisa nafas. Terakhir ibu ini dikirim ke RS Darmais diduga kanker Paru. Saat akan berangkat pun masih megap-megap. Temanku, semoga Allah memberikan yang terbaik untuk mu dan melepaskan mu dari derita ini. Aa miiin. Temans doakan juga aku cepat pulih ya

Sep 14, 2008

Bulan Penuh Berkah

Separuh sudah Ramadhan kita lalui. Apakah puasa tahun ini lebih baik dri tahun sebelumnya? Insya Allah.
Anak-anak sekolah seperti biasa hanya jam pulang dikurangi tiap jam pelajaran masing-masing 1 jam pelajaran. Begitu juga yang di TK tetap sekolah. Oh ya Faiz, sempat mogok minggu ke dua sekolah gara-gara dipaksa naik mobil jemputan Colt putih yang mirip travel P.Baru-Bukittingi.Pasalnya pernah km berangkat ke Bukittingi dengan travel ini membuat Faiz mun-mun sepanjang perjalanan.

Disekolah Faiz sudah punya soulmate yg disebur teman tersayang, namanya Sabrina. Dibujuk ada teman lain yg lebih cantik atau lebih gemuk, pilihannya tetap Sabrina. Jika Sabrina ga mau mau masuk kekelas seni, Faiz akan menemani Sabrina tetap dikelas sebelumnya.Padahal dikelas seni Faiz mau diorbitkan nyanyi dan mau nampil di TV…ck…ck…sudah ngebet berat nih Faiz.

Seperti tahun sebelumnya juga kami tidak terlalu heboh mempersiapkan menu buka. Sama saja seperti hari lain. Tidak ada ta’jilan istimewa. Sekali-sekali praktekan resep praktis dari majalah Nova yg dikliping. Baru 2 kali masak kolak…Yang beda tahun ini aku dapat kesempatan sedekah buka dan sahuran di mesjid, malah 2 mesjid dengan waktu yang berbeda. Sebelumnya peserta membludak pengen bersedeqah bukaan dan sahuran, kali ini dibuat 2 org sekali antar, sehingga warga dapt bagian….
Di mesjid Taufiq aku dapat giliran yg aku blom tau tglnya. Aku tenang aja menunggu info dari teman. Hari itu tgl 11 September kami meeting persiapan buka puasa kantor. Dalam hati aku sudah merasa was-was jangan – jangan hari ini ngantar makanan. Aku coba telpon panitia tidak diangkat..ya sudah aku meyakinkan diri bahwa bukan aku yang kebagian ngantar. Esok sore adik iparku membawa rantang dan termos nasi kerumah. Aku tanyain, punya siapa dia malah heran. Terus disebutkannya di jadwal aku dapt giliran tgl 11. Tapi ini termos siapa?....malaikat mana yang sudah menyelamatkan berbuka dan makan sahur petugas mesjid. Sore itu juga aku kerumah panitia untuk menjelaskan keteledoranku. Setelah aku jelaskan ibu Ros melihat ke daftar dan ternyata tgl 11 telah diisi oleh Ibu Tati, neneknya Naufal…full menu dan porsi jumbo. Ternyata inilah sang malaikat…Sedangkan tgl 12 nya ibu Os, yang aku tahu baru saja 2 hari yang lalu mendapat kecelakaan. Aku yakin ibu Os gak bisa ngantar. Aku menawarkan diri buat mengganti giliran ku kemarin.

Waktu berbuka tinggal 30 menit lagi. Aku dan anak-anak ngebut ngisi rantang dan secepatnya ke mesjid. Benar saja bu Os ga bisa ngantar…Nah hari ini aku yang jadi malaikat dong….hahaha menyenangkan juga ya .

Selama Ramadhan kita dianjurkan banyak-banyak berbuat kebaikan. Semua kebaikan akan dinilai pahalanya berlipat ganda..Dari situlah aku membesarkan hati untuk mendatangi rumah-rumah warga untuk meminta sumbangan untuk kelangsungan Madrasah yang aku dan bbrp tetangga jadi pengurusnya. Kondisi keuangan yang terus menerus minus memaksa pengurus lagi-lagi membuat sadaqah method. Belum ada jalan lain selain door to door. HAri pertama jalan dapat 2. ngobrolnya lamaaaa kesana kemari. Dasar ibu-ibu , selalu terselip gossip. HAri berikut gatot. Rumah-rumah yang dikunjungi pada tutup alias ga pada dirumah.
Aku ngumpulin kekuatan dulu. Soalnya ga semua rumah yang aku datangi tsb antara kami saling mengenal. Bagi warga baru jelas belum kenal, bagi yang lama adakalanya membuat aku keder memasuki pekarangan rumahnya. Jelas, aku disambut si Bleki. Hari inilah aku berkesempatan jalan lagi. Sambil shalat ke mesjid aku datangi lagi rumah warga. Rumah yang persis disamping mesjid sebagai sasaran pertama tengah hari bolong ini..Panas ? tentu saja. Aku ngajak ibu-ibu yang memang sudah biasa urusan pengumpulan dana dan paling rajin berderma… Alhamdulillah kedatangan kami disambut hangat. Seorang ibu mud yang bersahaja, asyik buat diajak ngobrol dan yang penting dia ngasih sumbangan gede sebagai donator tetap. Dia juga membesarkan hatiku yang menurut dia sangat mulia, masih mau door to door,di saat puasa siang bolong lagi…Dalam hati aku yakin ibu muda ini bisa diajak mengurus sekolah yang hamper kolaps ini kedepan…. Diiring senyum mengembang dan bebrapakali ucapan terimakasihnya kami diantar ke pintu… Panas tiada lagi terasa… bulan depan Insya Allah guru-guru kami masih bisa gajian….. dan tahu tidak gaji guru madrasah tsb sebesar gaji pembantu ku dirumah.



Aug 22, 2008

Menjelang Ramadhan

Ada berbagai persiapan dilakukan menjelang Ramadhan tiba. Ada yang melaksanakan Fadhilah2 yakni berpuasa di bulan Rajab dan Sa'ban. Mulai bersih-bersih rumah, merancang menu tajil serta serangkaian buka bersama dan hantaran tajil untuk mesjid. Juga persiapan Lebaran dengan membuat anggaran belanja ekstra untuk kue dan hiasan rumah




Diantara persiapan tersebut , tentu cara bersih-bersih lah yang paling tepat. Membersihkan hati dengan memberi maaf dan me minta maaf




Kiriman seorang teman (Iswan Nizar) yang dulu selalu necis dan bersih (mudah-mudahan sekarang masih)


Do'a malaikat Jibril menjelang Ramadhan,

"Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Romadhon dia tidak melakukan hal-hal yang berikut:
-Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada)
-Tidak berma'afan terlebih dahulu antara suami isteri
-Tidak bermaafan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya.

Maka Rosulullah pun mengatakan Aamiin sebanyak 3 kali. Dapatkah kita bayangkan, yang berdo'a adalah Malaikat dan yang meng-aamiinkan adalah Rosulullah dan para sahabat , dan dilakukan pada hari Jum’at.


Semoga kita dapat menjalani ibadah puasa dengan Ridho Allah SWT. Aamin

Pasca peringatan Perang Kamang

Sebelumnya, Bulan Juni lalu Nagari Kamang merayakan 100 tahun Pe rang Kamang. Perang melawan penjajah Belanda. Bayangkan betapa tangguh dan beraninya pejuang melawan pasukan Belanda yang bisa mengintai dari Benteng Ford de kock ke arah Kamang...dari malam hingga subuh "parang basosoh" (sengit) ini di menangkan Belanda.
Setelah 100 tahun apa yang terjadi pada anak cucu kemenakan,buyut syuhada ini?

Postingan sobat lama dari milis iasma1_88 sbb:

Proses eksekusi atas sebidang tanah di Jorong Koto Kaciak, Nagari Magek, Kecamatan Kamang Magek, Kabupaten Agam, yang dilakukan Pengadilan Negeri Lubuk Basung, Kamis (31/7), diwarnai aksi saling dorong. Puluhan warga Nagari Magek yang tak terima dengan keputusan eksekusi Pengadilan Negeri Lubuk Basung, mencoba menghalangi jalannya eksekusi. Melihat kondisi yang tak memungkinkan, yang ditakutkan terjadinya bentrokan fisik lebih jauh antara warga dan petugas, Wakapolresta Bukittinggi, Kompol Mukti Juharsa, SIK., yang memimpin langsung proses eksekusi hari itu dan pihak Panitera Pengadilan Negeri Lubuk Basung kemudian memanggil kedua belah pihak yang bersengketa dan melakukan negosiasi, masing-masing Hendra Sardi Datuak Simirajo atas nama Suku Melayu dan H M Nur, dalam hal ini sebagai pihak penggugat. Setelah dilakukan negosiasi beberapa saat, dan dilahirkan kesepakatan baru. Pihak aparat keamanan dan puluhan warga pun bisa saling menahan diri. Dari hasil negosiasi kedua pihak yang disaksikan pihak Panitera dan pihak keamanan tersebut, juga dihasilkan keputusan, bahwa proses eksekusi hari itu dibatalkan, dengan konsekwensi kedua belah pihak saling berdamai. Pihak H M Nur bersedia mengembalikan sebagian lahan kepada pihak Suku Melayu, termasuk dua bangunan rumah dan pandam pekuburan yang ada dalam lahan tersebut. Namun, H M Nur meminta kepada Suku Melayu, kalau lahan tanah yang sekarang ditempati oleh keluarga H M Nur, harus dilakukan penambahan luasnya oleh pihak Suku Melayu Datuak Simirajo. Hal itu pun disanggupi oleh pihak Suku Melayu. Eksekusi hari ini merupakan eksekusi yang kedua kalinya dilakukan oleh pihak Pengadilan Negeri Lubuk Basung. Sebelumnya, eksekusi pertama (8/7) lalu, terpaksa diundur, sebab tak memungkikan, hal itu dilakukan untuk menghindari bentrokan lebih jauh antara petugas dengan warga setempat, yang melakukan perlawanan dan penolakan terhadap keputusan eksekusi yang dikeluarkan Pengadilan Negeri Lubuk Basung. Kasus sengketa tanah antara kedua belah pihak yang nota bene masih satu pesukuan ini telah berlangsung sekitar tujuh tahun. Awal terjadinya kasus tersebut, pada tahun 2000. Kasus tanah itu sendiri, tahun 2000, sudah pernah diselesaikan oleh Kerapatan Adat Nagari (KAN) Magek. Keputusan KAN memenangkan Datuak Simirajo dalam hal ini adalah suku Melayu. Sedangkan, pihak penggugat H M Nur, menurut keputusan KAN tersebut, bukanlah pewaris lahan seluas 1,3 hektar tersebut. Sebab dan alasan pihak KAN memenangkan Datuak Simirajo, karena KAN menganggap, bahwa dari sejarahnya, nenek moyang keluarga besar H M Nur adalah warga pendatang yang dalam istilah Minangkabaunya malakok kepada suku Melayu Datuak Simirajo. Awal bergabungnya nenek moyang H M Nur tersebut, oleh Datuak Simirajo yang sudah meninggal, diberi lahan dan fasilitas layaknya anak kemenakan yang lain, dengan perjanjian adalah hak pakai, bukan hak milik. Merasa tak senang dengan keputusan pihak KAN Magek yang memenangkan pihak suku Melayu Datuak Simirajo, H M Nur selanjutnya melakukan upaya hukum dengan mengajukan gugatan kepada pihak Pengadilan Negeri Lubuk Basung pada tahun 2001. Setelah beberapa tahun dilakukan proses hukum oleh pihak Pengadilan Negeri Lubuk Basung terhadap sengketa tanah tersebut, selanjutnya oleh pihak Pengadilan Negeri, pihak H M Nur dinyatakan sebagai pemenang dalam perkara tersebut dan berhak terhadap lahan seluas 1,3 hektar tersebut, yang didalamnya termasuk sawah, ladang, dua unit rumah permanen dan pandam pekuburan. Pihak Datuak Simirajo yang merasa punya hak atas tanah tersebut, dengan sejumlah bukti baru, kemudian melakukan Peninjauan Kembali (PK) kepada instansi hukum. Namun, PK tersebut ditolak dengan berbagai alasan. Gagal dalam PK pertama, pihak Datuak Simirajo kemudian mengajukan PK yang kedua. Namun, dalam masa proses PK kedua tersebut, pada awal Juli 2008 lalu, pihak Pengadilan Negeri Lubuk Basung melakukan eksekusi terhadap lahan sengketa tersebut.Kaum Suku Melayu yang dibantu oleh warga sekitar Jorong Koto Kaciak Nagari Magek, tak terima dengan proses eksekusi tersebut. Mereka tetap berdalih bahwa tanah dan lahan tersebut adalah haknya suku Melayu Datuak Simirajo, yang dikuatkan dengan silsilah keturunan yang diketahui oleh warga secara turun temurun. Mereka pun melakukan upaya perlawanan sampai titik darah terakhir, jika Pengadilan Negeri tetap melakukan eksekusi. Warga Jorong Koto Kaciak, menganggap telah terjadi permainan dalam proses hukum atas lahan seluas 1,3 hektar
Berita terkait padang ekspres

PEKIK MERDEKA

Pekik Merdeka atau mati….menjadi jargon dalam setiap penayangan peringatan hut kemerdekaan RI. Kita pantas berlega hati bahwa kita telah terlepas dari penjajahan Belanda ,Portugis,Inggris dan Jepang. Tapi apakah kita benar-benar telah merdeka?

Sewaktu Belanda pertama dating ke Indonesia dengan niat perdagangan rempah-rempah ,kerajaan Islam, yang ada di nusantara, Fatahillah, Imam Bonjol,Diponegoro menolak dan melakukan perlawanan. Misi apa sebenarnya yang dibawa oleh bangsa Belanda dan Portugis, sehingga harus menghancurkan kerajaan Islam tersebut. Pada kemudian para seikh, ulama di penjarakan dan dibunuh karena menentang penjajahan.

Seorang Snouck Hourgronje sebagai Izharul Islam muncul dengan tipu dayanya. Mempelajari Alquran dan memplesetkannya dan menggiring umat Islam kembali pada Paganisme.dengan balutan-balutan ajaran versi gronje…63 tahun kemudian misi gronje berhasil. sebagian besar pemuda Islam Indonesia telah menjadi nasionalis,pancasilais,sekuler.

Para pejuang Islam telah berkuah darah demi merebut kemerdekaan menjalankan agama Tauhid, Tiada Tuhan selain Allah, akan tetapi kita menikmati nya hanya dengan panjat pinang dan aneka lomba, tanpa harus payah-payah mempertahankan dari penjajahan yang masih berlangsung.

Sejak awal berdirinya Bangsa Indonesia 17 agustus 1945 telah dilandasi sesuatu yang salah, seperti perubahan dalam teks proklamasi , maka kemerdekaan yang diraih sebenarnya adalah berkat rahmat Allah yang Maha Kuasa telah dikaburkan seolah-olah semua yang kita peroleh adalah upaya manusia saja. Berapa kata takbir yang telah berkumandang dari mulut para mujahid, tapi dikecilkan oleh para nasionalis yang berteriak diujung maut dengan kata MERDEKA atau MATI